31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Jumlah Kasus HIV di Kudus Capai 144 Orang, Lonjakan pada Usia Remaja Picu Kekhawatiran

BETANEWS.ID, KUDUS – Penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Kudus sepanjang Januari–Oktober 2025 menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Dari total 144 kasus yang ditemukan, sebagian besar berasal dari kelompok usia muda, termasuk pelajar SMA berusia di atas 15 tahun. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus karena pola penularan yang mulai bergeser ke kelompok remaja.

Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto, mengungkapkan bahwa kelompok laki-laki yang berhubungan dengan laki-laki (LSL) masih mendominasi temuan kasus, yakni sebanyak 40 orang. Ia menjelaskan bahwa karakter komunitas yang tertutup dan pola pergaulan berisiko membuat penularan lebih sulit dicegah serta membutuhkan pendekatan edukasi yang berbeda.

Baca Juga: Verifikasi Calon Penerima TKGS Kudus Tahun 2026 Gunakan Metode Sampling

-Advertisement-

“Komunitas ini tidak mudah dijangkau. Keterbatasan informasi dan tingginya pergantian pasangan menjadi faktor utama yang memperbesar risiko penularan,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (3/12/2025).

Selain kelompok LSL, penularan juga banyak ditemukan pada pelanggan pekerja seks dengan jumlah 38 orang. Transaksi yang berlangsung di ruang-ruang tertutup seperti kos-kosan maupun tempat umum yang relatif bebas memperlihatkan bahwa pola penularan tidak lagi terjadi pada lokasi-lokasi konvensional.

Temuan lainnya berasal dari populasi umum dengan 29 kasus, pasien tuberkulosis (TB) sebanyak 17 kasus, calon pengantin sembilan kasus, pasangan orang dengan HIV delapan kasus, ibu hamil dua kasus, dan wanita pekerja seks satu kasus.

Menurut Nuryanto, deteksi pada calon pengantin merupakan hasil skrining kesehatan yang kini diperketat. Langkah tersebut terbukti penting dalam menekan penularan, terutama agar pengobatan dapat diberikan sedini mungkin.

Ia menegaskan bahwa stigma masih menjadi hambatan terbesar dalam penanganan HIV di Kudus. Banyak pasien datang ketika kondisinya sudah parah karena takut terbuka ataupun terhalang lingkungan yang belum ramah terhadap penderita.

Baca Juga: Jejak Teguh dan Peka Muria Menjaga Nafas Lereng Muria

“Kalau pengobatannya teratur, risiko penularan bisa ditekan hingga mendekati nol. Masalah utamanya adalah stigma dan keterlambatan datang untuk pemeriksaan,” ujarnya.

Tren kasus HIV di Kudus dalam lima tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif. Pada 2024 tercatat 146 kasus, 2023 sebanyak 150 kasus, melonjak hingga 217 kasus pada 2022, menurun ke 123 kasus pada 2021, dan 154 kasus pada 2020. Lonjakan pada kelompok usia muda tahun ini menjadi alarm baru bagi pemerintah untuk memperkuat edukasi dan upaya pencegahan yang lebih menyasar remaja.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER