31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Harapkan Produk Lokal Naik Kelas, BPD HIPMI Jateng Buka Peluang Ekspor Bagi Pelaku Usaha 

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah mendorong pelaku UMKM naik kelas lewat program HIPMI Jawara Go Global. Tahun ini, rangkaian kegiatan digelar di tiga titik, yakni Tegal, Kudus, dan Solo, dengan fokus menyiapkan produk lokal Jateng untuk menembus pasar ekspor.

Untuk wilayah Kudus, kegiatan digelar pada Senin lalu dengan dua agenda utama, yakni seminar digitalisasi pemasaran berorientasi global dan sosialisasi sertifikasi legalitas ekspor, dilanjutkan sesi berbagi pengalaman dari pelaku usaha yang telah berhasil menembus pasar luar negeri.

Baca Juga: Bank Taruna Kudus, Satu-satunya Bank Mitra Galeri 24 di Kota Kretek

-Advertisement-

Ketua Bidang Perindustrian BPD HIPMI Jateng, Erik Wijaya mengatakan, program ini merupakan langkah nyata untuk membantu para pelaku UMKM Jateng melakukan lompatan besar dalam pemasaran.

“Pastinya kami pengusaha di Jateng harus skill up atau naik kelas. Yang dulunya penjualan antar-kabupaten, bisa menembus internasional,” katanya di sela acara yang berlangsung di Toko Oleh-oleh Kirana, Kudus, Selasa (25/11/2025). 

Pada rangkaian kegiatan ini, 60 UMKM dari 10 kabupaten/kota wilayah timur Jawa Tengah mengikuti proses kurasi. Produk yang diseleksi berbagai sektor, meliputi fesyen, ekonomi kreatif, makanan, minuman, furnitur, hingga peralatan pemurnian air.

Kurasi dilakukan oleh tim kurator yang dipersiapkan BPD HIPMI Jateng. Produk yang dinilai lolos dan memenuhi standar internasional akan dibawa ke dua ajang pameran luar negeri, yakni Sabah Food and Beverage Expo, Malaysia (19–21 Desember 2025) dan acara KBRI Indonesia di Thailand yaitu Indonesia Fair (26–28 Desember 2025).

“Saat ini peserta yang masuk ada 120, dan masih terus kita kurasi. Rencananya ada 60 produk se-Jateng yang akan dimasukkan ke e-catalog Jawara HIPMI. Sekitar 20 produk terbaik akan kita berangkatkan bersama para pengusahanya,” jelasnya.

Menurutnya, produk yang diseleksi dari segi kapasitas produksi, legalitas, kemasan atau packaging, dan kualitas. Tak hanya itu, produk harus dari Jateng tidak dari luar.

Meski banyak produk dari Kudus yang bagus, namun seleksi ketat tetap dilakukan agar produk yang dibawa ke luar negeri tidak “memalukan” label Made in Indonesia.

“Kita pilih produk yang benar-benar siap—dari legalitas lengkap, kualitas produksi, kapasitas produksi, hingga packaging. Pelaku UKM kita kreatif, banyak produk bervariatif,” ungkapnya.

Baca Juga: Sosok Linda, Generasi Z yang Kampanyekan Sadar Lingkungan Melalui Penanaman Bibit Pohon

Ketua HIPMI Kudus, Singgih Budiyono menambahkan, bahwa ada beberapa produk yang sebelumnya sudah berpengalaman dalam hal ekpor. Bahkan legalitas produknya sudah ada beberapa yang memenuhi syarat. 

“Beberapa pelaku usaha pernah mengekpor ke beberapa negara di wilayah Eropa, Amerika, dan Asia. Jadi ini menjadi momentum bagus bagi para pelaku usaha untuk naik kelas memperkenalkan produk mereka secara global,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER