Punya Cagar Budaya, Kawasan Pecinan di Welahan Jepara Bakal Kembali Dihidupkan 

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana untuk menghidupkan kembali kawasan Pecinan yang berada di sekitar area Pasar Welahan, Kecamatan Welahan. 

Dikawasan itu, terdapat dua bangunan klenteng bernama Klenteng Hian Thian Siang Tee (Dewa Langit) dan Klenteng Hok Tek Bio (Dewa Bumi) yang statusnya sudah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya. 

Baca Juga: Ditolak Pengusaha, Buruh Jepara Sepakat Bakal Kembali Ajukan UMSK 2026 

-Advertisement-

Kawasan itu dulunya merupakan area Pecinan, yang menjadi area atau komplek tempat tinggal bagi etnis Tionghoa di Desa Welahan, Kecamatan Welahan. 

Ciri khas bangunan dari etnis Tionghoa, dimana bagian atap rumahnya berbentuk melengkung, sampai saat ini juga masih banyak ditemukan di sekitar area Pasar Welahan mulai dari Gang Lor hingga Gang Klenteng. 

Meskipun, beberapa rumah dan terdapat bangunan sekolah yang saat ini sudah tidak dihuni, namun ciri khas dari bangunan tersebut masih terlihat mencolok. 

Camat Welahan, Suhadi mengatakan sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali kawasan Pecinan di sekitar Pasar Welahan, pihaknya kini sedang menata akses jalan menuju area klenteng. 

Sebab, selama ini banyak pedagang yang berjualan di depan area Klenteng Hok Tek Bio hingga menuju Klenteng Hian Thian Siang Tee yang berjarak sekitar  170 meter.  

“Pedagang-pedagang itu saat ini sedang kita tata. Jadi titipan Pak Bupati, Klenteng itu bagian dari Cagar Budaya. Pak Bupati titip, tolong dibuatkan konsep untuk pengembangan potensinya,” kata Suhadi saat ditemui di Kompleks Kantor Bupati Jepara, Senin (24/11/2025). 

Suhadi menyebutkan total terdapat 110 pedagang yang berjualan di area tersebut. Seluruh pedagang rencananya akan ditata untuk berjualan di area dalam pasar. 

Namun ternyata, kapasitas pasar tidak mencukupi. Hanya sekitar 50 pedagang yang bisa ditempatkan di area dalam pasar. 

“Itupun banyak pedagang yang ngga kerasan. Sehingga ini sedang kita carikan tempat alternatif di area belakang terminal (Welahan),” ujar Suhadi. 

Selain penataan pedagang, kendala lainnya menurut Suhadi yaitu sering terjadinya banjir di sekitar area pasar. Setelah ia melakukan pengecekan, sumber utama penyebab banjir yaitu mampetnya saluran air di sekitar kawasan pasar akibat tersumbat sampah. 

“Saya sudah bersurat ke Dinas PU, agar dibantu alat untuk pengerukan sampah,” tambahnya. 

Baca Juga: 57 Dapur MBG Sudah Beroperasi di Jepara, Baru 41 Kantongi SLHS 

Suhadi menarget, penataan kawasan di sekitar area pasar bisa selesai sekitar akhir Bulan Desember tahun ini. 

“Nanti akan kita buat seperti kawasan pecinan. Pelaku UMKM nanti kita buatkan tempat tersendiri. Karena Klenteng ini di Jawa kan tertua. Eman-eman kalau tidak ditata, dan saya yakin ini bisa jadi sumber pendapatan bagi daerah,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER