Takluk Lawan Semen Padang, Persijap Sudah Kalah 8 Kali di Super League

BETANEWS.ID, JEPARA – Pertandingan ke-10 BRI Super League Musim 2025/2026 antara Persijap melawan Semen Padang di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Kamis, (20/11/2025) berakhir 1-2. 

Hasil itu menambah daftar panjang kekalahan Tim Laskar Kalinyamat yang ke-delapan kalinya. Akibatnya usai pertandingan, suasana di Stadion GBK Jepara sempat ricuh oleh aksi para suporter yang melampiaskan kekecewaan. 

Baca Juga: Dipastikan Terima Gaji Dibawah UMR, Peserta PPPK Paruh Waktu di Jepara Berharap Pemerataan Gaji 

-Advertisement-

Seperti diketahui, pertandingan Laskar Kalinyamat melawan Kabau Sirah menjadi pertandingan cukup sengit bagi kedua tim yang saat ini sama-sama menduduki posisi ke-tiga terakhir dalam klasemen sementara. 

Namun permainan akhirnya berhasil dimenangkan oleh Tim Kabau Sirah dibawah asuhan Dejan Antonic. Goal pertama tercipta melalui tendangan pemain gelandang Semen Padang bernomor punggung 16, P. Matos di menit ke-27. 

Tak berselang lama, di menit ke-44, Pemain Penyerang Persijap, Sudi Abdillah mengetik gol pertama bagi Laskar Kalinyamat. 

Kedudukan imbang di babak pertama, menjadi pecah saat pemain penyerang tim Semen Padang bernomor punggung 86, Armando Oropa kembali membobol gawang Persijap di menit ke-66. 

Kekalahan melawan Semen Padang membuat posisi Persijap kian melorot di Klasemen sementara super Liga 1, berada di urutan 16 dengan koleksi 8 poin dan semakin mendekati zona degradasi. 

Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos mengaku, sangat kecewa dengan hasil buruk yang diraih Persijap saat ini.

Namun, dia mengakui bertanding dengan 10 pemain sangat menyulitkan bagi anak asuhnya sehingga tidak bisa memenangkan pertandingan.

“Pertandingan yang bagus, tetapi kita juga bukan tim bagus. Kalah jumlah pemain dengan 10 orang sangat sulit,” ujar Lemos saat jumpa pers.

Disinggung soal banyaknya kartu yang didapat anak asuhnya, Lemos sudah mengingatkan para pemain supaya tidak emosional.

Lebih lanjut, dia menilai ada perbedaan kualitas di antara para pemainnya dan juga tim lawan. Menurutnya, kualitas pemain di Super League sangat bagus dan Lemos tak bisa memaksa anak asuhnya bermain di atas kemampuannya.

“Lagi-lagi bicara kualitas, level pemain kita berbeda sehingga sangat sulit. Meskipun kualitasnya bagus tetapi ketika hanya bermain 10 orang tentu berat,” bebernya.

Sementara itu pemain Persijap Carlos Franca menilai kekalahan ini terjadi karena banyaknya kesalahan individu dari para pemain.

Baca Juga: Papan Nama Outlet Miras yang Gegerkan Warga Jepara Ditutupi Plastik Hitam, Satpol PP: ‘Masih Kita Awasi’

Di samping itu, Franca juga merasa kewalahan ketika harus membela timnya yang hanya bertanding 10 orang sejak pertengahan babak pertama.

“Terlalu banyak kesalahan individu, ditambah satu kartu merah, padahal kita hampir bisa memenangkan pertandingan pertandingan,” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER