BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton memberikan bantuan sosial kepada keluarga Muhajirin (33), warga Dukuh Grobog RT 3 RW 3, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog. Pemberian bantuan berupa sembako itu dilakukan setelah dirinya menerima laporan melalui pesan WhatsApp pribadinya.
Menindaklanjuti aduan tersebut, bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten Kudus, meninjau langsung ke kediaman keluarga yang membutuhkan tersebut. Di mana kedua anak tersebut saat ini piatu yang telah ditinggal ibunya sejak 21 Oktober 2025 lalu.
Baca Juga: Pedagang Harap Gedung PKL Colo Kudus yang Mangkrak 7 Tahun Ditata Ulang
Muhajirin yang bekerja sebagai tukang serabutan, kini masih harus mengurus putra putrinya yang masih berusia 10 dan 8 tahun.
Usai mengunjungi, Belinda menjelaskan, bahwa sebelumnya keluarga Muhajirin terdata sebagai desil empat. Melihat kondisi keluarga yang memang memerlukan bantuan, perubahan data dari desil empat ke desil tiga untuk keluarga Muhajirin.
“Saat ini perubahan data desil tiga sudah dilakukan. Makanya kita kesini meninjau langsung untuk memberikan bantuan. Ada sembako dan perlengkapan sehari-hari,” bebernya, Rabu (19/11/2025) sore.
Dia menegaskan, turun langsung kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan bentuk kepeduliannya, agar program bantuan selama kepemimpinannya bersama Bupati Kudus bisa tepat sasaran.
“Nanti dicek, mulai dari desa, kecamatan, dan dinsos apakah (bantuan) sudah tepat sasaran apa belum. Makanya kunjungan ini sambil mengecek secara langsung,” tuturnya.
Ia mengatakan, bagi putri Muhajirin yang butuh perawatan kesehatan, pihaknya mengaku sudah mengkomunikasikan kepada puskesmas terdekat. Hal itu dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi Alisha Dhina Raharjeng, putri kedua Muhajirin.
“Intinya yang kami inginkan di bawah kepemimpinan saya dan Pak Bupati, semua bantuan tepat sasaran. Dinas terkait siap bekerjasama dengan desa supaya bisa menyalurkan bantuan tepat sasaran. Ini sebagai bentuk koreksi kami dan akan kami benahi terus,” ujarnya.
Sementara itu Muhajirin mengaku, bahwa putri keduanya mengalami pertumbuhan lambat sejak lahir. Terlebih tulang kaki juga bermasalah dan mata diagnosa penyakit saraf.
“Kalau diajak komunikasi, dia mengerti apa yang kita katakan. Tapi dia tidak bisa mengutarakan dan membicarakannya,” sebutnya.
Baca Juga: Penyamarataan Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Kuota Haji Kudus 2026 Diprediksi Bertambah
Ia bahkan sangat membutuhkan bantuan dengan kondisinya yang saat ini masih mengurus anak keduanya tersebut. Sebab menurutnya, Alisha hanya ingin ditemani dirinya.
“Sangat berterimakasih sekali, karena Bu Wabup datang langsung ke rumah. Sehingga aspirasi saya bisa langsung didengar,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

