BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) resmi melaksanakan Penerjunan Mahasiswa Program Pendampingan Kewirausahaan (P2K) Semester Gasal 2025/2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Masjid Darul Ilmi UMK pada Selasa (18/11/2025) dan menjadi agenda rutin yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman kewirausahaan berbasis praktik.
Pada tahun ini, sebanyak 1.470 mahasiswa mengikuti rangkaian program tersebut. Sekitar 300 mahasiswa hadir secara langsung sebagai perwakilan kelompok untuk menerima pengarahan awal sebelum diterjunkan ke lokasi pendampingan usaha.
Baca Juga: Komunitas Investasi Kudus Berdonasi di LKSA Samsah Muhammadiyah
Kepala UPT MKU & Keterampilan UMK, R. Rhoedy Setiawan, menegaskan bahwa P2K tidak hanya berfungsi sebagai mata kuliah wajib. Lebih dari itu, program ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memberi kesempatan mahasiswa memahami proses bisnis secara nyata.
“Program ini kami rancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung bagaimana membangun usaha, menganalisis pasar, hingga berkolaborasi dengan mitra industri,” ujar Rhoedy dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan bahwa UMK ingin menumbuhkan generasi muda yang kreatif, berintegritas, dan siap bersaing di dunia usaha. Melalui pendampingan langsung, mahasiswa diharapkan mampu membaca peluang dan merancang strategi bisnis yang relevan dengan tren pasar.
Pelaksanaan P2K tahun ini juga melibatkan berbagai mitra strategis. Bank Mandiri berperan sebagai pendamping penerjunan mahasiswa, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan memberikan edukasi mengenai pentingnya jaminan sosial bagi pelaku usaha.
“Kolaborasi dengan Bank Mandiri, BPJS Ketenagakerjaan, dan instansi pemerintah menjadi penguatan penting bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar dari dosen, tetapi juga dari praktisi dan lembaga profesional,” jelas Rhoedy.
Sementara itu, Rektor UMK Prof. Darsono menyampaikan bahwa kewirausahaan merupakan fokus pengembangan kampus dalam mencetak lulusan yang adaptif dan inovatif. Ia menilai pengalaman lapangan merupakan modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha sendiri.
“UMK berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja. P2K menjadi bagian penting dari proses tersebut karena memberikan pengalaman praktis yang tidak ditemukan hanya di kelas,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa semangat kewirausahaan merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Ia berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang berani mengambil inisiatif dan menciptakan inovasi baru.
Baca Juga: Mamak Millenia Alumni Banat Kudus Adakan Reuni Perak
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan. Dengan pengalaman ini, kami berharap mereka berani berinovasi, berani memulai, dan berani memimpin,” tambahnya.
Program P2K diharapkan mampu membentuk mentalitas wirausaha yang kuat sejak dini. Dengan dukungan mitra industri, pendampingan dosen, dan pendekatan pembelajaran yang aplikatif, UMK terus berupaya mencetak generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan siap membangun ekosistem ekonomi kreatif di masa depan.
Editor: Haikal Rosyada

