31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

50 Driver Speedboat Bendung Logung Kudus Kantongi Sertifikat

BETANEWS.ID, KUDUS – Keselamatan pengunjung wisata air di Bendung Logung menjadi prioritas utama. Untuk itu driver speedboat diharuskan menguasai medan dan kecapakan dalam berkendara di atas air. 

Dalam rangka memfasilitasi driver speedboat di Bendung Logung, pemilik The Garank Fillandra Resto & Resort menggelar pelatihan keselamatan. Kegiatan itu menghadirkan KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang bersama UPP Juwana, Kamis (13/11/2025).

Baca Juga: Alami Kenaikan, Hasil Bulan Dana PMI Tahun 2025 Capai Rp1,3 Miliar

-Advertisement-

Tujuan adanya kegiatan tersebut untuk memastikan setiap armada wisata air di Bendung Logung beroperasi sesuai standar keselamatan pelayaran. Setidaknya ada sebanyak 50 pengemudi speedboat dinyatakan lolos uji kecakapan dan resmi mengantongi sertifikat Surat Keterangan Kecakapan (SKK) setelah mengikuti pelatihan keselamatan yang digelar.  

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Tanjung Emas Semarang, Dimyati menjelaskan, para pengemudi harus melalui tiga tahapan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat SKK, yakni uji kecakapan mengemudi, olah gerak kapal, serta teknik manuver yang aman.

“Pembekalan ini sangat penting untuk meminimalisir potensi kecelakaan di air. Dengan memahami cara bermanuver dan menjaga keseimbangan kapal, keselamatan penumpang bisa lebih terjamin,” katanya.

Selain sertifikasi, KSOP juga menyerahkan 100 unit jaket pelampung dan sertifikat e-pass kecil sebagai bukti kelayakan operasional speedboat di kawasan wisata tersebut. Dimyati menegaskan, faktor keseimbangan kapal antara penumpang dan pengemudi menjadi kunci utama keselamatan.

“Yang perlu digarisbawahi ialah sinkronisasi antara penumpang dan driver. Jangan sampai beban tidak seimbang saat berlayar, karena itu bisa memicu insiden,” tegasnya.

Ia juga menyinggung insiden jatuhnya kapal di Bendung Logung beberapa waktu lalu sebagai pembelajaran untuk memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya prosedur keselamatan.

“Kita tidak mencari siapa yang salah, tapi bagaimana memperbaiki pelayanan dan memastikan setiap kapal dikemudikan oleh pengemudi yang sudah tersertifikasi,” lanjutnya.

Sementara itu, owner The Garank Fillandra Resort, Sumirkan menyampaikan, pelatihan ini sekaligus bentuk tanggung jawab sosial pengelola wisata untuk melindungi wisatawan dan meningkatkan profesionalitas para pengemudi.

“Kami ingin wisata air di Logung benar-benar aman. Kecelakaan bisa saja terjadi, tapi bisa diminimalisir dengan pembekalan dan perlengkapan keselamatan yang memadai,” ungkapnya.

Sumirkan menambahkan, pihaknya juga memberikan pengarahan rutin kepada wisatawan sebelum menaiki speedboat. Misalnya, pengunjung diminta untuk tidak berdiri atau melakukan gerakan ekstrem selama pengemudi kapal bermanuver, serta memahami perbedaan karakter antara kendaraan darat dan air.

Baca Juga: Lima Kursi ‘Panas’ Kepala OPD Pati Akhirnya Terisi

“Keseimbangan di atas kapal berbeda dengan di darat. Karena itu, penumpang dan pengemudi harus saling memahami agar perjalanan wisata tetap aman dan menyenangkan,” ujarnya.

Wisata The Garank Fillandra Resort, lanjutnya, memiliki sebanyak 13 speedboat dan dua unit perahu. Dengan memberdayakan masyarakat setempat untuk menjadi pengemudi armada speedboat di sana. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER