BETANEWS.ID, PATI – Puluhan pedagang keliling yang biasanya menjajakan dagangannya di sekolah-sekolah, menggeruduk Kantor Kecamatan Dukuhseti, Pati, pada Rabu (5/11/2025). Mereka memprotes terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Puluhan pedagang itu, datang dengan membawa aneka datangan mereka. Mulai dari pentol, empek-empek, sempolan, es, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Ditetapkan jadi Tersangka, Botok dan Teguh Terancam 15 Tahun Penjara
Amnan, salah satu pedagang mengatakan, kedatangan mereka ke Kantor Kecamatan untuk meminta pihak pemerintah mengkomunikasikan dengan pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar pendistribusian MBG di sekolah-sekolah dilakukan sebelum atau sesudah istirahat.
“Kami tadi mengusulkan, agar pembagian MBG dilakukan sebelum atau sesudah istirahat. Kalau pas istirahat, gak ada yang jajan, dagangan sepi, ” ujar Amnan.
Ia mengaku, program MBG yang sudah berjalan ini, menurutnya berdampak cukup besar terhadap omzet mereka. Ada penurunan lebih separuh sejak program MBG berjalan.
Menurutnya, sebelum ada program MBG, omzet sehari, rata-rata bisa sampai Rp300 ribu. Namun, setelah adanya MBG, omzetnya turun cukup drastis.
“Kalau sekarang ya sehari paling dapet Rp100 ribu sampai Rp150 ribu, ” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Dukuhseti Suhartono menyampaikan, bahwa kedatangan puluhan pedagang itu bukan untuk demo. Hanya menyampaikan aspirasi.
Dirinya pun menyebut, bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keluhan yang disampaikan oleh puluhan pedagang tersebut.
Baca Juga: Joyokusumo Disulap Jadi Stadion Berstandar FIFA, Persipa Pati Pindah Sementara
”Kami tindaklanjuti dari aspirasi para pedagang keliling, nanti pada hari Jumat (7/11/2025) pukul 08.30 WIB, bertempat di Aula Kecamatan Dukuhseti, akan kami undang para SPPG di wilayah Kecamatan Dukuhseti untuk kita ajak berdiskusi mengenai keluhan para pedagang keliling,” ucapnya.
Ia meyakini, apa yang menjadi persoalan pedagang ini bisa terselesaikan dengan baik.
Editor: Haikal Rosyada

