BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus mencatat capaian membanggakan dalam upaya pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC). Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus, tingkat kesembuhan pasien TBC di daerah ini mencapai 98 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah.
Sekretaris Dinkes Kudus, Nuryanto, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari program tracing atau penelusuran aktif kasus TBC yang dilakukan secara rutin oleh seluruh puskesmas di wilayah Kudus.
Baca Juga: Antisipasi Kebocoran, Pemkab Kudus Bakal Terapkan E-Retribusi Bagi Pedagang CFD
“Tracing TBC di Kudus dilakukan secara rutin. Kita juga punya program dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan active case finding setiap hari. Dari target 2.643 kasus, kita berhasil menemukan sekitar 2.631 kasus atau 98 persen,” ujar Nuryanto di Pendopo Kudus belum lama ini.
Menurutnya, penemuan kasus TBC di Kudus tergolong sangat tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah. Namun hal itu justru menjadi indikator baik, karena berarti banyak kasus TBC yang terdeteksi dan bisa segera diobati.
“Upaya kita kuatkan dari hulu ke hilir. Mulai dari penemuan kasus, edukasi, sampai pengobatan. Semua kita dorong agar angka penularan bisa ditekan dan pasien sembuh total,” ujar Nuryanto.
Untuk memastikan pasien segera mendapat penanganan, Dinkes Kudus menggunakan tes cepat molekuler (TCM) dalam tahap awal pemeriksaan. Setelah dinyatakan positif TBC, pasien langsung mendapat edukasi serta diarahkan mengikuti pengobatan intensif selama enam bulan.
“TBC ini penyakit menular. Karena itu edukasi sangat penting, terutama bagi keluarga serumah dengan pasien, agar tidak tertular. Anak-anak menjadi prioritas utama dalam pencegahan,” tegasnya.
Selain edukasi, pencegahan juga dilakukan melalui pemberian obat pencegahan TBC bagi orang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif.
Nuryanto menambahkan, keberhasilan tracing aktif dan pengobatan terintegrasi ini membuat angka kesembuhan TBC di Kudus mencapai 98 persen, tertinggi di Jawa Tengah.
Baca Juga: Woro-Woro! Jalur Pendakian Puncak Natasangis Rahtawu Ditutup Sementara
“Bagusnya hasil tracing berbanding lurus dengan tingkat kesembuhan. Karena makin cepat ditemukan, makin cepat pula diobati,” imbuhnya.
Dengan capaian tersebut, Kudus kini menjadi contoh praktik terbaik dalam pengentasan penyakit TBC di tingkat provinsi. Dinkes Kudus berharap, masyarakat terus mendukung program ini dengan rutin memeriksakan diri jika mengalami gejala batuk berkepanjangan.
Editor: Haikal Rosyada

