BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah peserta antusias mengikuti acara Gathering Komunitas Peduli Stroke bersama RS Mardi Rahayu, Rabu (29/10/2025). Acara dalam rangka untuk memperingati hari stroke sedunia itu dikemas dengan pemeriksaan gula darah, kolesterol, tekanan darah, senam stroke, dan edukasi kesehatan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun.
Setidaknya ada sebanyak 130an peserta yang mengikuti acara tersebut. Di antaranya meliputi, anggota komunitas yang terdiri dari para penyintas stroke, keluarga penyintas stroke dan masyarakat lainnya.
Baca Juga: Terjatuh di Puncak Bayangan Pegunungan Muria, Pendaki Berhasil Diselamatkan
Selain difasilitasi pemeriksaan secara gratis, peserta juga mendapatkan edukasi terkait “Menurunkan Risiko Stroke dengan Mengubah Gaya Hidup” dari dokter spesialis Neurologi RS Mardi Rahayu, dokter Noviandi Herlambang serta edukasi “Latihan Fisioterapi Pasca Stroke untuk Pemulihan” dari fisioterapis RS Mardi Rahayu, Dian Purbasari Maharti.
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto menyampaikan, bahwa penyakit stroke sangat membahayakan, mengingat berdasarkan data di RS Mardi Rahayu, kasus setiap tahunnya selalu meningkat. Untuk itu, pihak rumah sakit memberikan pelayanan untuk penanganan Stroke Terintegrasi (STROKE PASTI).
“Dimana kami berkomitmen memberikan layanan stroke dengan jalur cepat atau khusus (Fast Track). Kami juga siap menjemput pasien dengan layanan jemputan ambulans gratis menuju IGD,” bebernya, Rabu (29/10/2025).
Ia menjelaskan, periode emas (golden period) waktu penanganan stroke selama 4,5 jam dari serangan pertama dapat teratasi. Dengan kecepatan waktu diagnostik melalui pemeriksaan CT Scan Kepala dan pemberian terapi yang tepat dalam periode emas penatalaksanaan stroke tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat stroke.
“Kami mengajak seluruh masyarakat mewaspadai gejala dan tanda stroke yang disingkat dengan kata (Segera ke RS). Karena setiapenit sangat berharga untuk mendapat akses layanan secara cepat untuk penanganan stroke,” jelasnya.
Baca Juga: Khawatir Pemangkasan TKD Berdampak Pada ADD, Kades Kudus Kompak Temui Bupati
Salah satu warga, Devi Kristiani (49) mengaku senang dapat mengikuti acara tersebut. Warga Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati itu bahkan menilai, bahwa kegiatan itu sangat bermanfaat baginya, sebab mendapat pemeriksaan kesehatan secara gratis.
“Bagus sekali karena acara ini membantu masyarakat. Tadi melakukan pemeriksaan seperti cek kolestrol, tensi darah, gula darah, dan lain sebagainya. Jadi bisa menekan penyakit seminimal mungkin,” sebutnya.
Editor: Haikal Rosyada

