BETANEWS.ID, KUDUS – Tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Bendung Wilalung berstatus awas. Debit air di Bendung Klambu bahkan telah melebihi ambang batas standar operasional prosedur (SOP), yaitu 800 m³/detik. Sebagai respons, bukaan pintu Bendung Wilalung saat ini dibuka secara bertahap hingga mencapai 20 centimeter ke arah Sungai Juwana.
Operator Pemeliharaan (OP) Bendung Wilalung, Karno, menyampaikan bahwa peningkatan debit air terjadi secara signifikan sejak Kamis (23/10/2025). Pada pukul 23.00 WIB, saat debit air mencapai 800 m³/detik, pintu bendung dibuka 10 centimeter ke arah Sungai Juwana.
Baca Juga: Bonsai Rp1 M Ikut Ramaikan Pameran Nasional di Kudus
“Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB, kami menambah bukaan sebesar 10 centimeter sesuai SOP. Jadi, total bukaan ke arah Juwana saat ini adalah 20 centimeter,” ujarnya saat ditemui di kantor, Jumat (24/10/2025).
Karno menjelaskan bahwa pada pukul 08.00 WIB, debit air di Bendung Klambu telah mencapai 819 m³/detik. Sementara itu, elevasi tanggul berjalan (walking tanggul) Bendung Wilalung berada di angka 232 centimeter, dengan tinggi jagaan yang tersisa hanya 32 centimeter dari puncak tanggul.
Menurutnya, status awas di Bendung Wilalung telah ditetapkan sejak Kamis pukul 09.00 WIB. Kondisi ini terus meningkat akibat kiriman air dari wilayah hulu.
“Peningkatan debit air ini sangat signifikan. Faktor utamanya berasal dari Sungai Serang dan Sungai Lusi di kawasan Purwodadi, yang mengalami curah hujan tinggi. Air dari hulu tersebut mengalir ke Bendung Wilalung,” jelasnya.
Karno mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada meskipun debit air tinggi. Ia juga mengajak warga untuk saling menjaga dan merawat tanggul yang ada.
Baca Juga: 13 Tahun Vakum, Kudus Kembali Gelar Pameran Bonsai Nasional
“Terutama soal sampah, jangan membuangnya sembarangan ke sungai. Penumpukan sampah bisa memicu banjir. Semoga kondisi tetap aman dan terkendali,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa cuaca di daerah hulu saat ini cerah. Ia berharap, dengan kondisi tersebut, debit air dapat segera surut.
Editor: Haikal Rosyada

