BETANEWS.ID, JEPARA – Laga pertandingan di pekan ke-delapan BRI Super League antara Persijap Jepara melawan Bali United di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Minggu, (19/10/2025) kembali berakhir dengan kekecewaan bagi Laskar Kalinyamat.
Setelah sebelumnya dua kali kalah di kandang sendiri saat melawan Persita Tangerang dan Persik Kediri, Tim Laskar Kalinyamat kembali tumbang dengan skor 1-2 melawan Serdadu Tirtatu.
Baca Juga: Keterbatasan Biaya, Tim Sambo Tempuh Perjalanan Darat 3 Hari Untuk Ikut PON Bela Diri Kudus 2025
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi tim Laskar Kalinyamat yang tampil penuh semangat namun terbentur situasi sulit di lapangan.
Sejak awal laga, Persijap tampil penuh semangat. Namun situasi berubah ketika salah satu pemainnya diganjar kartu merah pada babak kedua, membuat tim harus bermain dengan sepuluh pemain.
Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu untuk mencetak gol penentu kemenangan. Pelatih Persijap, Mario Lemos, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya seusai pertandingan.
“Sangat sulit ketika kami menerima kekalahan untuk ketiga kalinya. Kami semua di sini pemain dan tim pelatih merasakan hal yang sama. Artinya patah hati, kecewa dengan hasil ini,” kata Mario saat Konferensi Pers usai pertandingan pada Minggu, (19/10/2025).
Namun, Lemos menegaskan bahwa timnya telah berjuang maksimal di lapangan.
“Kami sudah berusaha, bahkan dengan sepuluh pemain pun kami tetap mencoba mencetak gol dan meraih poin,” ungkapnya.
Meski bermain dengan 10 pemain, Persijap sempat bangkit lewat gol yang dicetak Carlos Franca. Sayangnya, euforia gol tersebut hanya bertahan kurang dari satu menit. Bali United FC langsung membalas, membuat skor kembali berubah menjadi 1-2.
“Franca dapat peluang lewat penalti tapi tidak masuk. Lalu dia berhasil cetak gol, tapi dalam waktu singkat kami kebobolan lagi. Kami kurang pengalaman menghadapi tekanan seperti ini,” kata Lemos.
Sementara itu, Franca menilai hasil akhir bukan segalanya.
“Gol saya tidak terlalu penting. Yang paling penting adalah tim. Hasilnya memang tidak bagus, tapi bukan berarti kami kalah lalu semuanya salah,” ujarnya.
Franca tetap optimistis timnya masih punya peluang di pertandingan berikutnya.
Baca Juga: 271 Pesilat Siap Berlaga di PON Bela Diri Kudus 2025
“Kami harus tetap percaya dan bekerja keras. Masih ada peluang ke depan,” tegasnya.
Meski kalah, semangat juang Persijap Jepara mendapat apresiasi dari para pendukungnya. Laga ini menjadi evaluasi penting untuk memperkuat mental dan konsistensi tim dalam menghadapi laga-laga besar mendatang.
Editor: Haikal Rosyada

