BETANEWS.ID, KUDUS – Peternak ayam layer atau petelur di Kabupaten Kudus masih sangat minim. Bahkan produksi lokal telur ayam di Kota Kretek disebut baru mampu memenuhi sekira 40 persen dari kebutuhan harian total warga setempat.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus Arin Nikmah menyampaikan, dengan jumlah penduduk Kudus saat ini kurang lebih 880 ribu jiwa, kebutuhan konsumsi telur sebanyak 4,1 juta kilogram setahun. Sementara kapasitas produksi telur yang bisa dihasilkan oleh peternak lokal Kudus sekira 1,9 juta kilogram.
Baca Juga: Progres Perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi Capai 72 Persen
“Artinya ada marjin kekurangan untuk pemenuhan kebutuhan. Kalau dipersentasekan, peternak lokal baru bisa memenuhi kebutuhan telur di Kudus sebesar 40 persen,” ujar Arin kepada Betanews.id di ruang kerjanya belum lama ini.
Lebih lanjut, Arin menuturkan, marjin kekuarangan kebutuhan telur selama ini dipasok dari lain daerah. Sebab, jumlah populasi ayam ras petelur di Kabupaten Kudus saat ini masih di angka 160 ribu ekor.
“Sementara jumlah peternak ayam petelur di Kudus hanya 13 orang, dan itu mandiri semua, dengan masing-masing populasi berkisar antara seribu hingga 10 ribu ekor ayam petelur,” bebernya.
Dia mengungkapkan, pihaknya sempat dilibatkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dalam pembahasan lini usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Melihat kebutuhan telur untuk warga Kudus, serta dengan adanya program.Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mana menu lauknya itu ada telur. Sehingga menjadi pertimbangan bahwa beternak ayam.petelur cukup prospektif.
“Tetapi memang, untuk modal usaha ayam ras petelur tergolong tinggi. Populasi awal untuk usaha budidaya, biasanya dimulai dengan 300 ekor. Sedangkan untuk pemeliharaannya mahfumnya menggunakan kandang baterei,” jelasnya.
Baca Juga: Lakukan Pemeriksaan Fisik di Jalan Kudus-Purwodadi, Pekerjaan Diklaim Memenuhi Syarat
Dengan populasi 300 ekor, ungkap Arin, bisa meminimalisir modal awal. Tetapi, hasil telurnya masih bisa untuk penghasilan harian serta sebagian untuk menambah populasi secara bertahap.
“Tetapi beternak ayam petelur juga harus memperhatikan tata letak kandang. Karena ayam petelur ketika populasinya di atas 500 ekor, kotorannya akan menimbulkan bau. Sehingga disarankan kandang ayam petelur berada agak jauh dari pemukiman warga,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

