BETANEWS.ID, KUDUS – Ada momen menarik ketika Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa berkunjung ke Kabupaten Kudus, Jum’at (3/9/2025). Ia yang biasanya makan Soto Kudus, ketika berkunjung di Kota Kretek justru hidangannya soto ayam.
“Saya biasanya makan Soto Kudus, tapi di Kudus hidangannya jadi soto ayam,” seloroh Purbaya sembari tertawa di hadapan awak media usai bersantap makan siang di Pendopo bersama Bupati Kudus.
Baca Juga: Antisipasi Musim Penghujan, PLN Upayakan Pelayanan Jaringan Tetap Optimal
Selain soto ayam, lanjut Purbaya, sebenarnya ada hidangan khas Kudus yang rasanya sangat menggugah selera. Di antaranya sate Kerbau dan garang asem, yang baru pertama kali ia cicipi.
“Sebelumnya saya belum pernah makan sate kerbau. Makan garang asem, ini juga yang pertama kali, ada pedasnya, rasanya enak dan segar,” ucapnya.
Ada beberapa agenda dalam kunjungan Menkeu Purabaya ke Kabupaten Kudus. Antara lain berkunjung ke beberapa pabrik rokok kecil di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Desa Megawon, Kecamatan Jati.
Kemudian, Purbaya salat Jum’at di Masjid Agung Kudus. Lalu dilanjut makan siang bersama Forum Koordimasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Kudus.
Setelah itu, pengganti Sri Mulyani tersebut datang ke Djarum OASIS Kretek Factory guna dialog bersama pengusaha pabrik rokok. Di momen tersebut, Purbaya mengaku, akan lebih mendengarkan keluhan bisnis dari para pengusaha.
“Kalau ada berhubungan dengan keuangan, pajak, bea cukai, saya akan benahi secepatnya. Jadi saya bukan belanja perkara, tetapi mendengarkan suara mereka supaya bisnisnya bisa lebih bagus,” tuturnya.
Namun, kata dia, setelah bisnis berjalan dengan bagus, bayar pajak dan cukainya yang tertib dan jangan dimanipulasi. Sehingga nanti akan sama-sama untung.
Baca Juga: Datangi Industri Rokok Kecil di Kudus, Purbaya Dicurhati Buruh Kerja Hanya Tiga Hari Sepekan
“Iklim usaha berjalan dengan bagus. Negara juga bisa mendapatkan pendapatan maksimal dari pajak dan cukai,” imbuhnya.
Purbaya juga menegaskan, bahwa pada tahun 2026 tarif cukai tidak bakal naik. Hal tersebut guna memastikan industri rokok bisa berjalan dengan baik. Sebab, yang terlibat dan mendapatkan manfaat dari industri ini ada jutaan jiwa.
Editor: Haikal Rosyada

