BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara sampai saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium pada sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab terjadinya keracunan pada 35 siswa di Kecamatan Bangsri.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar mengatakan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari Labkeda Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan apakah keracunan tersebut benar disebabkan dari menu MBG atau tidak.
Baca Juga: 35 Siswa di Jepara Diduga Keracunan Menu MBG
“Kita belum tau, apakah (keracunan itu) dari MBG atau dari makanan yang lain. Kita belum bisa bicara, masih menunggu hasil laboratoriumnya nanti seperti apa,” katanya saat ditemui di Kantor Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Senin (29/9/2025).
Dari informasi yang ia terima, Hajar mengatakan hasil uji laboratorium tersebut akan disampaikan dalam waktu tujuh hari setelah dikirim.
Ia juga berharap agar hasil uji laboratorium tersebut segera keluar. Sehingga dugaan menu MBG yang menyebabkan keracunan bisa segera menemukan titik terang.
“Saat saya tanyakan sih hasilnya kemungkinan keluar sekitar satu minggu. Saya inginnya ini juga cepat clear, karena sudah viral juga. Biar kita tau, apakah ini dari MBG atau tidak,” katanya.
Hajar melanjutkan, ia belum bisa memastikan apakah keracunan tersebut benar dari MBG atau tidak, karena dari 3.544 penerima manfaat yang tersebar di 40 sekolah, hanya 35 siswa yang diduga mengalami gejala keracunan.
35 siswa tersebut sebagian besar berasal dari SDN 1 Banjaran. Sementara tiga siswa lainnya berasal dari TK Melati Banjaran, KB Darul Karomah Srikandang, dan MI Matholiul Huda Srikandang.
Untuk para siswa di SDN 1 Banjaran dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG pada saat di sekolah. Sementara tiga siswa lainnya membawa pulang makanannya dan dikonsumsi di rumah.
“Yang menjadi catatan juga kan gini, dari 3.544 penerima manfaat, itu kejadian kan hanya di satu sekolah yaitu SDN 1 Banjaran, dari (tota) 40 sekolah. Makanya kita belum berani menyimpulkan,” ujarnya.
Hajar mengatakan, saat ini 35 siswa juga sudah kembali beraktivitas di sekolah. Sementara, dapur SPPG yang menyalurkan menu MBG, yaitu SPPG Yayasan Al-Fitroh Watuaji Keling di Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri juga masih beroperasi.
Baca Juga: Tak Merasa Terima Dana Pinjaman, Tiga Bidang Tanah Milik Warga Jepara Tiba-Tiba Masuk Proses Lelang
Untuk mencegah kejadian tersebut kembali terulang, Hajar meminta kepada seluruh camat di Kabupaten Jepara untuk memantau pelaksanaan dapur SPGG.
“Kami koordinasikan pengawasan, termasuk pak camat, bu camat untuk melakukan pengawasan. Kemarin saya sudah instruksikan untuk ikut memonitoring atau mengawasi,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

