BETANEWS.ID, PATI – Seratusan petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati menggelar aksi damai pada Peringatan Hari Tani. Mereka melakukan aksi damai itu di depan Kantor DPRD Pati pada Rabu (20/9/2025).
Mereka ini berasal dari berbagai kelompok. Mulai dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Serikat Petani Pati, Sukolilo Bangkit hingga petani dari Pundenrejo Pati.
Baca Juga: Polresta Pati Kerahkan Ratusan Personel untuk Amankan Aksi Hari Tani
Gunretno, Ketua JMPPK mengatakan, aksi dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ini, ada beberapa tuntutan yang disampaikan petani.
Dirinya menyebut, salah satu tuntutan tersebut adalah mendesak Satgas Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) untuk menetapkan lahan sengketa di Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu sebagai lahan TORA.
“Kami meminta Gugus Tora menyerahkan 7,3 hektare kepada 99 warga Desa Pundenrejo,” ujar Gunretno.
Selain itu, pihaknya juga menyoal keberadaan sejumlah tambang yang ada di Pati, khususnya di wilayah Pati Selatan. Setidaknya ada 17 tambang di Pati selatan yang dinilai pihaknya tak berizin.
”ESDM menyatakan empat di antaranya berizin. Kami ingin tahu seberapa jauh izin ini. Harus ada 60 item yang harus dipenuhi. Satu item pun tidak dipenuhi maka tambang layak dihentikan,” ungkapnya.
Meskipun sudah berizin, ia menilai fakta di lapangan dampak lingkungan tambang di Pati selatan sangat meresahkan dan membuat lingkungan rusak. Ini membuat wilayah Pati selatan menjadi langganan banjir saat musim hujan.
”Pendapatan dari tambang tak bisa sedikitpun mengembalikan dampak lingkungan. Maka patut dihentikan. Ini ada dasarnya. Melalui kajian lingkungan strategis,” ungkapnya.
Baca Juga: Gerindra Tegaskan Tak Akan Ganti Irianto dari Anggota Pansus Hak Angket DPRD Pati
Mereka juga menyoroti isu pendirian pabrik semen yang sudah bergulir sejak 2006 lalu. Ia mendesak Bupati Pati Sudewo berkomitmen tak mengizinkan pendirian pabrik semen di Pati.
”Rencana pabrik semen itu dari 2006. Sudah hampir 20 tahun. Kami harap ada pernyataan Bupati Pati Sudewo salama menjabat dan ini ditulis bahwa tidak akan pabrik semen di Pati selatan,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

