Buahnya Fresh dari Petani, Kedai Seneng Buah Muria Selalu Ramai Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Raya Kudus–Colo kilometer 13, tepat di seberang Masjid Baiturrohman Kajar Watulumpang, sebuah kedai kecil tampak ramai didatangi pembeli. Di depan kedai tersusun aneka buah segar khas Muria. Mulai jeruk pamelo, alpukat, pisang tanduk, hingga nangka.

Di kedai tersebut, seorang wanita berkerudung hijau dengan cekatan menata dagangan sambil melayani pelanggan yang datang silih berganti. Ia adalah Ida Erfina (32), pemilik kedai Seneng Buah Muria.

Baca Juga: Rasa Asli Bandung, Somay & Batagor di Jepara Ini Selalu Diserbu Pembeli

-Advertisement-

Perempuan yang akrab disapa Ida itu mengaku, memulai merintis usaha tersebut sejak pertengahan tahun 2020. Awalnya, ia hanya berjualan jus buah. Setelah melihat minat masyarakat yang tinggi pada buah-buahan lokal, ia kemudian mengembangkan usahanya.

“Kalau dulu hanya jus buah, tapi sekarang jadi kedai yang menjual berbagai buah segar khas Muria. Saya beri nama Seneng Buah Muria, karena memang rata-rata orang yang datang suka sekali sama buah-buahan lokal dari sini,” jelasnya.

Ida menjelaskan, sebelum jualan buah, dirinya sempat menekuni profesi sebagai perias pengantin selama lima tahun. Tapi pemasukan menjadi perias dirasa kurang setabil. Kemudian Ida mencari peluang lain yang penghasilannya lebih setabil.

“Kalau rias pengantin itu musiman, kalau jualan buah tiap hari ada pemasukan. Inspirasi saya ya dari ibu, karena dulu pernah berjualan buah di Terminal Colo,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dengan dibantu sang suami, Ida bisa menghabiskan 60 kilogramgram alpukat dan sekitar 50 buah jeruk pamelo sepekan. Buah-buah tersebut diambil langsung dari petani lokal Kudus. Menurut Ida, kualitas buah dari petani Kudus sudah tidak diragukan lagi.

Ia juga membeberkan tantangan dalam berbisnis buah. Jika sedang sepi pembeli atau harga buah sedang mahal, membuat risiko kerugian tak bisa dihindari.

“Yang pasti ramai itu hari Sabtu dan Minggu. Kalau hari biasa kadang sepi, jadi buah bisa busuk dan rugi,” katanya.

Iada mengaku, pelanggannya datang dari berbagai daerah, mulai dari Kudus, Jepara, Semarang, hingga Jakarta. Mereka biasanya membeli buah sebagai oleh-oleh, terutama alpukat madu Muria, jeruk pamelo, dan pisang tanduk.

Baca Juga: Buket Unik dari Bibit Cemara Jadi Inovasi Baru di Bintarti Florist

“Kata pelanggan, meskipun di luar Muria ada yang jual, rasanya beda. Yang dari Muria lebih enak,” katanya.

Setiap akhir pekan, omzet Ida bisa mencapai Rp6 juta per hari. Pada hari biasa, rata-rata ia bisa mengantongi sekitar Rp2,5 juta. Dan dari hasil usahanya, Ida dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Mulai dari oendidikan anak hingga memperluas kedai.

Penulis: Eka Rahmania, Mahasiswa PPL UIN Sunan Kudus

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER