31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Kenakan Pita Hitam, Puluhan Wartawan Aksi Tabur Bunga, Simbol Keprihatinan Kebebasan Pers

BETANEWS.ID, PATI – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya mendatangi Mapolresta Pati pada Selasa (9/9/2025).

Awak media yang dibersamai tim kuasa hukumnya itu, mendesak agar Polresta Pati segera menetapkan tersangka atas kasus tindak kekerasan yang menimpa dua wartawan saat meliput kegiatan Pansus Hak Angket DPRD Pati pada Kamis (4/9/2025).

Baca Juga: Malam-malam Datangi Posko dengan Kondisi Diduga Mabuk, Husain Nyaris Dimassa

-Advertisement-

Aksi teatrikal sempat ditampilkan para wartawan di halaman Mapolresta Pati. Hal ini sebagai simbol keprihatinan akan kebebasan pers.

Wartawan melakukan tabur bunga di atas tumpukan kartu pers, karena kecewa atas sikap kekerasan terhadap dua awak media saat meliput sidang pansus pemakzulan Bupati Pati Sudewo.

Sejumlah spanduk berisi tuntutan juga mereka bawa. Di antaranya bertuliskan “Membungkam Jurnalis = Ancaman Demokrasi”, “Jurnalis adalah Mata dan Telinga Rakyat”, “Stop Kekerasan Terhadap Wartawan Biarkan Kami Bicara Kebenaran”.

Ketua IJTI Muria Raya Ihwan Miftahudin menegaskan, bahwa kerja jurnalis merupakan kerja yang dilindungi Undang-Undang. Aksi kekerasan menjadi bentuk arogansi dari oknum kepada awak media.

” Kalau masyarakat sebelumnya menuntut jangan ada arogansi. Lha sekarang sudah menimpa kami,” sesalnya.

Oleh karena itulah, dia menyebut para jurnalis menuntut kepada Polresta Pati untuk segera memproses kekerasan terhadap jurnalis.

“Undang-undang sudah ada, pasalnya sudah ada. Jadi segera tetapkan tersangka agar segera ada kepastian hukum dan efek jera,” tegas Ihwan.

Tim kuasa hukum PWI Jateng, Zainal Abidin Petir mendesak agar Polresta Pati segera menetapkan pelaku kekerasan dan menghalangi wartawan untuk segera ditetapkan tersangka.

“Jadi tidak ada kata lain harus segera dilakukan. Karena bukti, saksi sudah ada. jangan takut hanya karena dibelakang dugaan pelaku itu orang kuat. Polisi bersama rakyat dan media,” tegasnya.

Baca Juga: Dikabarkan Kembali Jabat Plt Kepala Disdikbud Pati, Andrik Ngaku Belum Terima SK

Sementara itu Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan bertindak profesional. Polresta Pati berkomitmen untuk memproses secepatnya.

“Intinya kami profesional dan tidak memihak pihak manapun. Kami akan memproses sejauh itu memenuhi bukti, akan segera diproses,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER