BETANEWS.ID, PATI – Suasana di depan Kantor Bupati Pati memanas pada Senin (8/9/2025) malam. Hal ini setelah Posko Masyarakat Pati Bersatu didatangi oleh Ahmad Husain Hafid, dengan kondisi diduga dalam pengaruh minuman keras.
Bahkan, Husain yang pernah menjadi salah satu pentolan aksi demo pada 13 Agustus 2025 itu nyaris dihajar massa. Hal ini karena dipicu, bahwa yang bersangkutan sudah dicap sebagai penghianat.
Baca Juga: 46 Ruas Jalan di Pati Diperbaiki, Target Rampung Desember 2025
Peristiwa yang membuat situasi di kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati itu memanas, bermula ketika Husain mendatangi posko dengan menaiki mobil. Kendaraan roda empat yang ditumpanginya itu diparkirkan di depan Kantor Bupati Pati sebelah timur.
Husain kemudian langsung berjalan ke arah barat, yakni ke lokasi posko menemui Supriyono dan kawan-kawan yang berada di sana. Namun belum sampai posko, Husain langsung disambut sejumlah warga.
Mereka terlihat masih marah dan kecewa dengan keputusan Husain yang mundur dari gerakan Masyarakat Pati Bersatu dan menemui Bupati Pati Sudewo. Ketegangan pun muncul. Bahkan Husain diajak duel.
Husain pun berniat meninggalkan posko. Tetapi massa semakin banyak. Husain pun dihadang ketika berusaha meninggalkan posko menggunakan mobilnya. Ia nyaris dimassa.
Melihat kondisi itu, kemudian aparat kepolisian dan TNI melakukan pengamanan. Mobil Husain yang mogok didorong petugas dan dibawa ke pendopo untuk kemudian dievakuasi menggunakan derek.
Terkait kedatangan Husain ke posko, Supriyono, Koordinator Masyarakat Pati Bersatu menyebut, bahwa lelaki yang pernah menjadi pentolan aksi demo besar pada 13 Agustus lalu itu, datang dalam kondisi mabuk. Katanya, semula Husak diminta untuk pulang. Namun tetap kembali ke posko sehingga memicu ketegangan dengan warga.
”Husain datang ke posko dengan kondisi mabuk. Ada bau miras dari mulutnya. Ndak tahu ada warga yang dari Alun-alun mendatangi Husain. Katanya dia (Husain) bertanggungjawab dengan kekondusifan Pati. Tujuannya apa saya ndak tahu,” ujar pria yang akrab disapa Botok ini.
Botok tidak menyangka kalau masyarakat antusias menghadang Husain. Ia pun berharap warga tetap menjaga kondusivitas.
”Yang mengerumuni warga. Saya harap masyarakat kondusif dan tidak anarkis. Saya juga sudah meminta warga untuk tidak anarkis,” ungkapnya.
Baca Juga: Tim Pansus Meluncur ke Jakarta, Gali Data di BKN hingga Kemendagri
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Heri Dwi Utomo mengatakan, bahwa pihaknya terpaksa turun tangan agar Husain tidak dimassa. Pihaknya mengaku turun ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari masyarakat.
“Kita amankan salah satu orang dan mobilnya kita amankan. Mobilnya mati. Kita amankan dan dorong,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

