Senangnya Belajar Mengolah Kopi Gratis di Chang Coffee Jepara 

BETANEWS.ID, JEPARA – Berlokasi di tengah kota, Chang Coffee yang berada di Jalan Mangunsarkoro, Kelurahan Panggang, Kecamatan/Kabupaten Jepara menyediakan pelatihan mengolah kopi secara gratis bagi pelajar. 

Bermodalkan alat roster manual hingga digital, Pemilik Chang Coffee, Fahrudin (45) secara sabar dan telaten mengajari tiga orang siswa dari SMKN 1 Batealit yang sedang Praktik Kerja Lapangan (PKL) ditempatnya. 

Baca Juga: Griyo Kakung, Rumah Lawas di Rahtawu yang Suguhkan Sensasi Tempo Dulu Lewat Sego Jagung

-Advertisement-

Pak Chang, sapaan akrab pemilik Chang Coffee mengajari mulai dari proses memasak biji kopi mentah, menggiling biji kopi, hingga kopi bisa dinikmati. Biji kopi yang ia gunakan selalu memakai kopi tempur yang merupakan biji kopi asli Jepara. 

Ahmad Fico (16), salah satu dari tiga orang siswa yang belajar cara mengolah kopi mengaku senang bisa belajar perkopian di Chang Coffee. Ia bercerita diajari mulai dari memasak, mengetahui perbedaan kopi, cara membuat dan mengemas biji kopi agar menarik.

“Senang bisa belajar disini selama lima bulan, bisa tahu kopi yang enak sama tidak dan tahu cara membuat kopi dari awal,” katanya saat ditemui di Chang Coffee pada Jumat, (29/8/2025).

Setelah mendapatkan ilmu dari Pak Chang, ia mengaku tertarik untuk mengembangkan perkopian yang sudah ia pelajari. 

“Awalnya jarang minum kopi tapi setelah belajar akan meneruskan kembali karena tertarik,” ujarnya. 

Chang mengatakan ia membuat kelas kopi gratis karena dulu saat pertama belajar tentang kopi, ia juga mendapat ilmu soal kopi secara gratis dari seorang legendaris kopi asal Kabupaten Pati. 

“Karena dulu diajari sama guru Almarhum bagus Java legend Pati, diajari kopi mengenal kopi dengan gratis,” ucapnya.

Sehingga ia kemudian berkeinginan untuk berbagi ilmu kopi kepada anak sekolah secara gratis setelah berhasil mendirikan coffee shop sendiri.

“Apa bila besok kami memiliki cpffee shop dan roaster insya Allah pelatihan gratis, alhamdhulilah terwujud,” tuturnya.

Kelas pengolahan kopi secara gratis tersebut menurutnya sudah ia jalankan selama dua tahun. Saat ini pesertanya baru para pelajar. Ia juga telah bekerjasama dengan beberapa SMK di Kabupaten Jepara yang ingin mengirimkan muridnya untuk belajar kopi. 

“Kalau kelas anak smk sudah dua tahun yang lalu, jadi ya sekiranya empat generasi, satu tahun ada dua kali.Biasanya di Bulan Januari, dan Juli-Juni,” jelasnya.

Selain membuka kelas kopi gratis bagi pelajar, ia sebenarnya juga membuka bagi masyarakat umum. Hanya saja saat ini tempatnya masih terbatas. 

Baca Juga: Warisi Resep Leluhur, Lontong Gebyur Kang Rohman di Depan Gedung Haji Jepara Dijamin Nagih

Ia berharap dengan berbagai ilmu secara gratis, hal tersebut bisa membuka pandangan para pelajar untuk ikut berpartisipasi memajukan kopi di Kabupaten Jepara.

“Harapan saya, anak SMK saya didik biar bisa mandiri ada usaha sendiri, setalah lulus smk bisa membuka kopi shop dan menggeluti dunia roster. Khususnya mengenalkan kopi Jepara,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER