BETANEWS.ID, JEPARA – Tim manajemen Persijap Jepara resmi menurunkan harga tiket masuk pertandingan di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara. Penurunan harga tiket tersebut dilakukan setelah adanya pertemuan kembali antara Manajemen Persijap Jepara dengan para suporter pada Kamis, (15/8/2025) sekitar pukul 20.30 WIB di kantor Persijap Jepara.
LOC Persijap Jepara, Aldo Menayang mengatakan pertemuan tadi malam dihadiri pihak manajemen dan tiga elemen suporter Persijap yaitu, Banaspati, CNS, dan Jetman. Pertemuan tersebut juga tidak berlangsung lama, hanya sekitar 30 menit.
“Ada Sembilan orang masing-masing tiga orang. Dari pihak manajemen itu saya, egat dan Raafi, dimulai sekitar pukul 20.30 WIB, selesai jam 22.00 WIB,” katanya melalui sambungan telepon, Jumat (15/8/2025).
Baca juga: Kenapa Tiket Persijap Jepara Naik 100 Persen?
Dari pertemuan tadi malam menurutnya membuahkan hasil berupa harga tiket dan perjanjian antara pihak manajemen dengan suporter sudah terjalin.
Harga tiket untuk Tribun VIP yang semula Rp300 ribu menjadi Rp270 ribu. Kemudian tribun timur yang semula Rp150 ribu menjadi Rp120 ribu, dan untuk tribun selatan serta utara yang semula Rp100 ribu menjadi Rp80 ribu.
“Harga tiketnya sudah kami turunkan sesuai permohonan mereka. Pertemuan kemarin kami minta persyaratannya, sebetulan lebih kepada ikrar para suporter,” katanya.
Adapun perjanjian tersebut yaitu antara suporter dan manajemen agar bisa bersama menjaga kondusifitas stadion saat pertandingan.
“Perjanjiannya membantu kami untuk menjaga keamanan stadion. Kami bahas pihak suporter, kami minta untuk menjaga jangan sampai melakukan sesuatu yang menyebabkan denda finacial ke klub,” ujarnya.
Dalam perjanjian tersebut, para suporter juga dilarang untuk menyalakan Flare ataupun merokok di dalam stadion, hingga kerusuhan.
Jika para suporter melanggar aturan tersebut, nantinya denda tim akan dibebankan kepada para suporter dengan cara menaikan harga tiket. Kenaikan harga tiket itu akan berlaku selama denda belum terbayarkan.
“Semisal flare, waktu itu melawan PSS kami kena denda banyak karena banyak flare yang menyala.Kami minta ketika itu terjadi flarenya maka beban itu nanti berdampak pada kenaikan harga tiket untuk membayar denda tersebut,” ujarnya.
Ketika denda sudah terbayarkan nantinya pihak manajemen akan mengembalikan harga tiket sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui.
“Misalnya, di denda Rp 10 juta flare nyala di terjadi di kelompok satu di antara suporter denda tersebut kami konversikan ke tiket untuk membayar denda tersebut.Kenaikan bukan tetap sepanjang liga. Hanya menutupi itu supaya ada rasa bertanggung jawab kebersamaan,” jelasnya.
Tak hanya itu, pihak manajemen juga akan memberlakukan tindakan tegas dengan lifetime ban atau larangan seumur hidup masuk stadion jika terbukti para suporter melakukan kekerasan atau tawuran, perusakan stadion, aksi rasis, diskriminatif, provokatif, membawa sajam atau flare ilegal, dan masuk lapangan tanpa ijin.
Baca juga: Pemkab Jepara Kaji Permintaan Persijap Ajukan Kerjasama Pengelolaan Stadion GBK
“Kami sama menjaga tolong diamankan orang tersebut (pelanggar), laporkan orang tersebut dengan foto orang tersebut dilaporkan ke SO kami, nanti SO akan menanganinya.Dicatat dan dilakukan lifetime ban atau tidak bisa nonton seumur hidup.Semalam juga suporter setujuh semua ditandangi ikraknya,” tutupnya.
Ia juga mengucapkan terimakasih banyak terhadap para suporter yang mau diajak kerjasama untuk memajukan Persijap Jepara.
“Terima kasih saya ke seluruh supporter persijap, Supporter adalah bagian penting dari persijap,” pesannya.
Editor: Suwoko

