BETANEWS.ID, PATI – Bupati Pati, Sudewo meluruskan ucapannya yang sempat viral karena dianggap menantang masyarakat untuk melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran. Ia menyampaikan bahwa pernyataan tersebut bukan bermaksud memancing emosi, melainkan bentuk keterbukaan terhadap aspirasi.
“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan saya 5 ribu silakan, 50 ribu massa silakan. Saya tidak menantang rakyat, sama sekali tidak ada maksud menantang rakyat. Mosok rakyat saya tantang,” ujar Sudewo, Kamis (7/8/2025).
Baca Juga: Bupati Sudewo Klaim Tak Ada Masalah Pembayaran PBB: ‘Sudah 50 Persen Jalan’
Menurutnya, dirinya hanya ingin menyampaikan, supaya demo nantinya berjalan lancar dan betul-betul murni tuntutan aspirasi, bukan karena ditumpangi pihak-pihak tertentu.
Sudewo sebelumnya juga sempat menyinggung, bahwa seluruh masukan masyarakat tetap menjadi perhatian. Tujuannya tetap satu, yakni membangun Kabupaten Pati secara maksimal.
“Kritikan masukan itu saya dengar. Karena niat saya ini betul untuk membangun Kabupaten Pati. Jadi saya akan berusaha maksimal dandani, memperbaiki Kabupaten Pati,” jelasnya.
Sudewo pun mengungkap beban keuangan yang dihadapi Pemkab Pati. Menurutnya, dana dari peningkatan pajak sangat kecil dibanding kebutuhan untuk menggaji pegawai honorer dan PPPK.
“Kami ini ada beban penggajian pegawai honorer dan PPPK setiap tahun Rp200 miliar dan dana peningkatan pajak hanya mendapatkan Rp36 miliar. Jadi yang kami dapatkan Rp 36 miliar kami keluarkan untuk honorer dan PPPK itu Rp200 miliar. Jadi sama sekali tidak berimbang, ” sebutnya.
Bukan hanya soal pernyataan yang kontroversial, Sudewo juga meminta maaf kepada masyarakat, terkait adanya insiden kericuhan buntut penyitaan donasi oleh petugas Satpol PP. Donasi itu digalang Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, untuk digunakan aksi demo pada 13 Agustus 2025 mendatang.
Dalam pernyataannya, Sudewo mengakui insiden tersebut memang menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia pun menegaskan, tidak ada niatan sedikit pun untuk merampas hasil donasi warga yang digalang oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.
“Warga Kabupaten Pati yang saya hormati dan saya banggakan, saya ingin menyampaikan, pertama minta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian kericuhan kemarin. Kemarin itu hanya ingin memindahkan saja tidak ingin merampas,” ucapnya.
Baca Juga: Ricuh Penyitaan Donasi untuk Aksi Demo, Bupati Sudewo Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf
Sudewo menjelaskan, penggalangan donasi tidak pernah dilarang oleh pihaknya. Ia mengklaim bahwa langkah petugas Satpol PP hanya bertujuan untuk mengamankan lokasi karena berdekatan dengan rute dan lokasi kegiatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-702 serta HUT RI ke-80.
“Kami juga tidak melarang atau mengganggu penggalangan dana, sama sekali tidak. Hanya ingin memindahkan supaya di tempat tersebut tidak mengganggu lintasan kirab boyongan Hari Jadi Kabupaten Pati dan tidak mengganggu acara-acara Peringatan 17 Agustus,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

