BETANEWS.ID, PATI – Tekanan justru menyulut gelombang dukungan. Setelah insiden panas penyitaan donasi oleh Satpol PP Pati, semangat warga untuk menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) justru semakin membara.
Sejak Selasa (5/8/2025) hingga Rabu (6/8/2025), warga dari berbagai penjuru Kabupaten Pati berdatangan ke Posko Penggalangan Donasi untuk unjuk rasa pada 13 Agustus 2205 mendatang. Sumbangan demi sumbangan mengalir deras, mulai dari air mineral, makanan, hingga kebutuhan logistik lainnya.
Baca Juga: Usai Donasi Disita Satpol PP Pati, Posko Penggalangan Donasi Demo Justru Makin Dibanjiri Warga
Aksi ini menjadi respons spontan atas perlakuan represif yang sempat dilakukan Satpol PP Pati sehari sebelumnya. Penyitaan barang donasi dan pembongkaran paksa posko rupanya tidak mematahkan semangat masyarakat, justru sebaliknya, menjadi pemantik solidaritas yang lebih besar.
Seorang warga dari Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, datang langsung membawa air mineral dan roti. Aksinya ini menjadi bentuk balasan terhadap penyitaan donasi yang terjadi sebelumnya.
“Kemarin air mineral diambil, kami perbanyak lagi. Ini donasi pribadi. Kami menolak kenaikan PBB-P2 karena itu sangat memberangkatkan,” ujar Ageng Wahyudi, Rabu (6/8/2025).
Sementara itu, warga lainnya, Oki, menyumbang mi instan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap aksi massa.
“Kenaikan PBB-P2 itu memberatkan sekali yang pasti. Apalagi dalam kondisi ekonomi yang kayak gini,” beber warga Pati itu.
Ia menyebut, rencana donasi ini memang sudah dipikirkan jauh-jauh hari dan bukan reaksi spontan akibat kejadian kemarin.
Kardi, perwakilan Masyarakat Pati Bersatu yang menjaga posko, mengatakan, bahwa sejak posko didirikan pada 1 Agustus, masyarakat sudah menunjukkan antusiasme. Tapi setelah upaya pembubaran oleh Satpol PP, gelombang dukungan justru makin menguat.
“Sejak kejadian itu, antusias warga malah luar biasa. Seperti semalam, wah, yang berdatangan luar biasa. Tidak memandang siapa orangnya, tapi bagi kami itu antusiasnya luar biasa, ” ucapnya.
Ia menyebut, warga datang dari berbagai penjuru, Kecamatan Dukuhseti, Margoyoso, Pucakwangi, Sukolilo, dan lainnya. Donasi yang dibawa pun beragam, disesuaikan kemampuan masing-masing.
“Bisanya membawa melon, melon dibawa. Bisanya membawa nasi kucing, nasi dibawa ke sini untuk makan rekan-rekan. Itu saya lihat antusiasnya luar biasa,” beber Kardi.
Baca Juga: Usai Kantor Dikepung, Satpol PP Pati Akhirnya Kembalikan Donasi Warga untuk Demo Kenaikan PBB
Tak hanya dari dalam daerah, warga Pati yang sedang merantau juga turut ambil bagian. Mereka menitipkan bantuan kepada keluarga atau teman yang berada di kampung halaman.
“Ya banyak sekali yang menitipkan donasi. Ada yang langsung ke teman-teman (posko) dan ada yang lewat keluarganya,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

