BETANEWS.ID, KUDUS – Kawasan pemukiman di pinggir sungai Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, siang itu tampak ramai. Hari itu, Jumat (24/4/2020), mereka kedatangan rombongan Polisi Resor (Polres) Kudus yang memberikan sembako.
Salah satu penghuni kawasan tersebut adalah Kartini (55). Dia bersama sang suami, Musnan (64) merupakan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Balai Jagong Kudus. Mereka terpaksa berhenti jualan sejak adanya pemberlakuan jam malam selama pandemi Covid-19.

Saat ditemui, Kartini mengaku sudah berjualan nasi di kawasan Sport Center Balai Jagong Kudus sejak 2016. Sebelum di tempat tersebut, ia sudah berjualan di beberapa tempat sejak 2006.
“Sejak virus ramai, kami tidak boleh berdagang lagi. Sekarang sudah tak punya penghasilan lagi,” keluh Kartini saat ditemui di rumahnya yang berdinding papan dan beratapkan asbes itu.
Ia mengakui, saat ini hanya mengandalkan tabungan dan bantuan dari pihak lain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, lantaran belum punya pandangan usaha lain, selain jualan nasi.
“Kami sama sekali tidak ada pendapatan. Jadi ya, menunggu bantuan,” beber Kartini.
Uang tabungannya juga harus diirit-irit, karena dua anak laki-lakinya yang masih kecil butuh banyak biaya untuk pendidikan mereka.
“Yang paling besar duduk di bangku SMP kelas dua dan satunya duduk di kelas tiga SD,” katanya.
Baca juag: 155 Ton Beras Disiapkan Baznas Kudus untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19
Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi mengaku akan berupaya membantu masyarakat yang kesulitan, terutama masyarakat yang terkena efek Covid-19.
“Ini program berkelanjutan. Pembagian bantuannya seminggu dua kali di hari Rabu dan Jumat,” jelasnya saat memeberikan bantuan sembako kepada Kartini dan penghuni lain.
Baca juga: Roemah Goegah Luncurkan Program Donasi Beras Lewat Beli Kaos
Kali ini, Polres Kudus membagikan sekitar 100 paket sembako berisi beras, telur, susu, mi instan dan kebutuhan lainnya. Sasarannya yakni warga miskin, PKL, tukang ojek pangkalan, ojek online, tukang becak dan warga kurang mampu yang terkena PHK.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan di tiga titik. Yang pertama di Kecamatan Kota, kemudian di Jekulo dan di Bae,” tutup Catur.
Editor: Ahmad Muhlisin

