BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan segera membuka pendaftaran beasiswa Kartu Sarjana yang merupakan salah satu program unggulan Bupati – Wakil Bupati Jepara, Witiarso Utomo – Muhammad Ibnu Hajar.
Plt Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Edy Utoyyo mengatakan pendaftaran beasiswa kartu sarjana Jepara akan segera dibuka setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kabupaten Jepara Tahun 2025 sudah disetujui.
Baca Juga: Wiwit Ajukan Inpres Jalan di Jepara Senilai Rp97 Miliar
“Kita masih menunggu APBD Perubahan digedok, baru nanti kita memulai (pendaftaran) dan nanti juga akan kita sosialisasikan,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (2/8/2025).
Ia menyebutkan anggaran yang disediakan di APBD Perubahan untuk program Kartu Sarjana Jepara yaitu sebesar Rp500 juta. Dari anggaran tersebut, kuota yang diberikan yaitu maksimal Rp10 juta per tahun untuk satu mahasiswa.
“Kalau di estimasi dengan biaya UKT tertinggi Rp10 juta per tahun, nanti bisa membantu 50 mahasiswa,” sebutnya.
Ia mengatakan terdapat tiga kategori golongan atau syarat untuk bisa mendaftar Kartu Sarjana Jepara. Yaitu memiliki prestasi minimal juara tiga kabupaten, Hafal Al-Quran minimal 15 juz, dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Pak Bupati tapi sudah pesen, tidak masuk DTKS tetapi secara faktual masuk kategori tidak mampu atau miskin ekstrem tetapi berkeinginan untuk kuliah nanti kita bantu,” ujarnya.
Beasiswa tersebut ia mengatakan nantinya terbuka untuk seluruh mahasiswa tanpa ada batasan semester. Kemudian bagi penerima yang ingin melanjutkan di semester selanjutnya minimal harus mendapatkan IPK 3,0, melaporkan transkip nilai per semester dan Kartu Rencana Studi (KRS) serta bukti sebagai mahasiswa aktif.
Saat ini, ia menyebutkan total terdapat 25 Perguruan Tinggi (PT) yang sudah melakukan MoU atau kesepakatan kerjasama dengan Pemkab Jepara. Kemudian, dalam waktu lima tahun, seusai target dari Bupati Jepara, program tersebut harapanya bisa tersalurkan kepada 10 ribu mahasiswa.
Nantinya setiap tahun, ia mengatakan alokasi anggaran dari APBD Jepara akan ditambah. Selain mengandalkan APBD, terdapat sumber anggaran lain yang nantinya digunakan untuk membiayai program Kartu Sarjana Jepara.
Baca Juga: Gegerkan Warga, Baliho Tolak Kandang Babi di Jepara Bertebaran di Jalan Raya
Yaitu dana yayasan dari masing-masing PT yang bekerjasama dengan Pemkab Jepara, Beasiswa KIP, dan beasiswa Baznas.
“Baznas kita sedang komunikasikan, kemudian yang KIP kemarin kita sudah berkomunikasi dengan Staf Ahli Menteri Dikti agar kuota Jepara bisa ditambah. Data penerima (KIP) nanti akan kita sinkronkan kita akumulasikan karena hakikatnya itu juga menggunakan akses sebagai Kartu Sarjana,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

