BETANEWS.ID, JEPARA – Rencana pendirian kandang babi di Kabupaten Jepara membuat geger warga masyarakat. Pamflet berisi penolakan terhadap rencana tersebut juga mulai ramai diperbincangkan oleh warganet di media sosial.
Tidak hanya di dunia maya, baliho yang berisi pesan untuk menolak rencana pendirian kandang babi juga mulai bertebaran di beberapa ruas jalan di Kabupaten Jepara.
Baca Juga: Warga Karimunjawa Ingin Nama Daerahnya Diganti Jadi Kepulauan
Dari pengamatan Betanews.id, terdapat dua baliho dengan pesan yang sama tampak terpasang di dua lokasi berbeda. Lokasi pemasangan baliho tersebut berada di jalan utama menuju Kabupaten Jepara.
Pertama, terpasang di Ruas Jalan Raya Welahan-Gotri tepatnya di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan. Di bagian atas baliho dengan latar berwarna hijau tua yang disenderkan di tiang listrik tersebut tertulis Laskar Komat dengan simbol ka’bah yang merupakan logo dari Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK).
Kedua, terpasang di Ruas Jalan Raya Jepara-Kudus tepatnya di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan. Di bagian atas baliho dengan latar berwarna biru muda tersebut tertulis Mudarris Jepara.
Dua baliho tersebut memiliki pesan yang sama, yaitu “TOLAK!!! PETERNAKAN BABI DI BUMI JEPARA. Ancaman Bagi Lingkungan Bahkan Menyakiti Umat Islam. DANGER!”.
Mansur (50), Warga Desa Kalipucang Wetan yang rumahnya berada persis di depan lokasi pemasangan baliho yang pertama mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan baliho tersebut dipasang. Namun, ia memperkirakan baliho tersebut dipasang tadi malam, Kamis (31/7/2025).
“Ngga tau masangnya kapan, baru lihat ya tadi pagi. Daerah situ juga sering dipasangi baliho,” katanya saat ditemui di kediamannya, Jumat (1/8/2025).
Sedangkan terkait pesan dari baliho tersebut, ia mengaku baru mengetahui rencana pendirian kandang babi di Jepara dari pesan yang tertulis di baliho.
Hal yang sama juga turut dikatakan oleh Ali Sodikin (40), Warga Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan baliho yang berada di lokasi kedua terpasang.
Namun, berbeda dengan Mansur, Ali mengaku sudah lebih dulu mengetahui rencana kandang babi dari media sosial sekitar dua hari yang lalu. Isu tersebut menurutnya juga sudah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat.
“Sudah tahu dari sebelum ada baliho. Tau di Facebook sekitar dua hari yang lalu. Kalau lagi ngumpul ya jadi pertanyaan, kok bisa Jepara berencana buka kandang babi. Padahal Jepara ini banyak ulama, banyak kia-nya,” katanya.
Terpisah, Ketua GPK Jepara, Gus Faruq Fanani membenarkan bahwa baliho yang bertuliskan Laskar Komat dipasang oleh anggotanya di GPK Jepara. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti kapan baliho tersebut mulai terpasang.
Baca Juga: Pemkab Jepara Ajukan Bantuan Senilai Rp107 Miliar untuk Perbaiki Ratusan Sekolah RusakÂ
Ia mengatakan sebelumnya, ia memang menginstruksikan kepada anggotanya di GPK Jepara untuk menyebarkan pamflet terkait rencana pendirian kandang babi di media sosial serta memasang baliho di jalan raya jika isu tersebut memang benar.
“Setelah kita konfirmasi ke beberapa anggota DPRD Jepara, isu tersebut ternyata memang benar, hanya saja belum fiks. Mumpung belum fiks, ayo dicegah. Akhirnya saya meminta kepada temen-temen untuk memasang baliho di jalan sebagai pemberitahuan dan kewaspadaan kepada masyarakat,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Editor: Haikal Rosyada

