BETANEWS.ID, JEPARA – Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah akan segera membongkar Jembatan Kalisengon yang berada di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Jembatan tersebut berada di Jalan Raya Jepara-Kudus.
Sub Koordinator Jalan dan Jembatan, Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pati, Parjo mengatakan pembongkaran kontruksi jembatan akan segera dilakukan setelah jembatan sementara selesai dibuat.
Baca Juga: Ikut Dukung Program MBG, Polres Jepara Bangun Satu Dapur SPPG
Pembuatan jembatan sementara yang berada di sisi selatan jembatan, menurut Parjo mulai dibuat pada Kamis, (17/5/2025) lalu dan ditarget selesai pada Selasa, (22/7/2025) mendatang.
“Begitu pembuatan jembatan sementara ini sudah selesai, jembatan yang Kalisengon akan mulai kami bongkar,” katanya melalui sambungan telepon, Sabtu (19/7/2025).
Pembuatan jembatan sementara tersebut, menurut Parjo mengalami kendala, karena di dekat lokasi jembatan terdapat baliho serta jaringan utilitas. Sehingga ia berharap pemilik jaringan utilitas segera memindahkan jaringan tersebut, agar proses pembuatan jembatan sementara bisa selesai sesuai target.
“Tadinya (pembuatan jembatan sementara) juga sempat mau menggunakan lahan warga, tapi karena warga tidak berkenan, kami menggunakan bahu jalan yang milik jalan semaksimal mungkin,” katanya.
Karena jembatan sementara yang saat ini sedang dibuat nantinya hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, Parjo menghimbau pada saat dimulainya pembongkaran kontruksi Jembatan Kalisengon, kendaraan roda empat dan kendaraan berat agar beralih ke jalan alternatif.
Sebab nantinya, selain pembongkaran kontruksi Jembatan Kalisengon, dalam waktu bersamaan juga akan dilakukan pengaspalan jalan di Jalan Raya Jepara-Kudus tepatnya di dekat SPBU Atlantis Desa Sengonbugel sepanjang 1 km.
“Mulai tanggal 23 Juli nanti, kendaraan berat dan kendaraan roda 4 dari arah Kudus ke Jepara maupun sebaliknya kami harapkan untuk mencari jalan alternatif,” ujarnya.
Parjo menjelaskan Jembatan Kalisengon tersebut dibongkar karena kondisi kontruksi jembatan yang sudah rusak berat sehingga rapuh dan rawan ambrol. Jembatan tersebut nantinya akan dibongkar total.
Baca Juga: Toko Ritel dan Pasar Tradisional di Jepara Kena Sidak, Hasilnya Tak Ditemukan Beras Oploasan
Selain itu, jembatan juga akan diperlebar dari yang sebelumnya kurang dari 7 meter, menjadi 8 meter. Serta akan ditinggikan sekitar 75 sentimeter dari yang sebelumnya elevasinya nol.
“Anggarannya Rp3,4 miliar. Pembangunan jembatan ini akan berjalan selama enam bulan. Targetnya Desember 2025 rampung,” katanya.
Editor: Haikal Rosyada

