31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Jelang Ramadan, Penjual Bunga di Kudus Laris Manis

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi lampu merah Poroliman, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tampak beberapa orang antri di depan toko bunga. Di dalam toko, dua perempuan begitu cekatan membungkus pesanan para pembeli. Tempat tersebut yakni Toko Bunga Kidul Pisan milik Arif Hidayat (63).

Saat ditemui, Arif mengatakan, toko bunganya kebanjiran pembeli saat jelang Ramadan. Aneka bunga yang dijualnya laris manis diburu pembeli. Bahkan saking larisnya, pukul 14.00 WIB bunga di tokonya sudah habis terjual. Pembelinya juga tidak hanya berasal dari Kudus saja, karena banyak juga yang berasal dari Pati, Jepara, dan Demak.

“Dua hari menjelang bulan puasa, kami para penjual bunga ketiban berkah. Bisa dilihat, bunga di toko saya sudah terjual semua, alias habis. Padahal masih siang,” katanya saat ditemui, Kamis (23/4/2020).

-Advertisement-
Kerumunan pembeli tampak memadati penjual bunga di lampu merah Poroliman, Barongan, Kudus, Kamis (23/4/2020). Foto: Rabu Sipan.

Pria yang tinggal di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu menambahkan, toko bunga Kidul Pisan menjual bunga untuk keperluan ziarah makam, bunga untuk pemakaman, bunga untuk hajatan dan keperluan lainnya, termasuk bunga tabur yang laris manis saat jelang Ramadan. Menurutnya, saat mendekati Ramadan, banyak masyarakat Kudus pada ziarah ke makam leluhurnya.

“Ini kan tradisi Jawa, ya. Jadi mereka yang punya leluhur sudah meninggal, biasanya pada ziarah ke kubur. Sambil bawa bunga untuk ditabur di makam leluhur mereka,” ungkapnya.

Di momen ini, dirinya bisa menjual 69 wakul bunga mawar, 100 ikat bunga potong, 3 kilogram bunga melati, serta bunga kenanga dan bunga kantil. Dari penjualan bunga tersebut, Arif mampu meraup omzet Rp 10 juta sehari.

“Kalau harga kurang lebihnya sama, ya. Kami menjual bunga untuk berbagai keperluan dengan harga mulai Rp 5 ribu,” ujar Arif yang mengaku sudah sembilan tahun berjualan bunga.

Baca juga: Stok Pangan di Jateng Dipastikan Aman Selama Ramadan

Hal senada juga diungkapkan Reni. Pemilik Toko Bunga Roudhoh itu mengaku cukup kewalahan melayani pembeli. Bahkan selama dua hari ini, dirinya harus menutup tokonya lebih awal karena stok bunga yang dijual selalu habis dengan cepat.

“Badan pegel semua ini. Capek karena dari pagi pembeli tidak berhenti. Sebenarnya stok bunga saya sudah habis saat zuhur. Tapi tadi nyari tambahan bunga dan habis pas Asar,” ungkapnya.

Baca juga: Warga Kudus Dilarang Bunyikan Tongtek untuk Bangunkan Sahur

Perempuan yang mengaku baru sebulan berjualan bunga itu menambahkan, menjelang bulan puasa dirinya mampu menjual sebanyak enam wakul bunga mawar per hari. Sedangkan untuk bunga lainnya seperti bunga potong, melati, kenanga, dan bunga kantil belum dihitungnya.

“Kalau penghasilan hari ini sebenarnya belum dihitung. Tapi kalau Rp 3 juta insya Allah dapat lah,” ujarnya.

Salah satu pembeli Ricky, mengaku sering membeli bunga di kawasan tersebut. Biasanya, ia datang ke tempet tersebut setiap Kamis dan jelang Ramadan.

“Ini tadi membeli bunga tabur untuk ziarah ke makam orang tua,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER