31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Bangun Gedung Layanan Perpustakaan Kudus, Ditarget Rampung 4 Bulan dengan Anggaran Rp8,4 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus resmi memulai pembangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Umum dengan melakukan peletakan batu pertama, Rabu (9/7/2025). Pembangunan itu menelan anggaran Rp8,42 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Tahun Anggaran 2025.

Meski dalam kontrak masa pelaksanaan ditarget selesai dalam 172 hari atau 5,5 bulan, namun Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris justru menargetkan selesai lebih awal yakni dalam empat bulan pengerjaan. Menurutnya, percepatan dimungkinkan karena bangunan tidak bertingkat dan terbagi menjadi empat gedung yang bisa dikerjakan secara simultan.

Baca Juga: Sidak Jalan Lingkar Selatan, DPRD Kudus Siapkan Sanksi dalam Perda Sistem Drainase

-Advertisement-

Pihaknya menyampaikan pentingnya pengawalan terhadap proses pembangunan, mulai dari tahap perencanaan hingga penyerahan akhir. Dalam pembuangan itu, pihaknya melibatkan aparat penegak hukum dalam pengawasan.

“Kami ingin pembangunan di Kudus ini dikawal oleh Kejaksaan maupun Polri, supaya pekerjaan tepat sasaran, sesuai spesifikasi, dan tidak ada pelanggaran,” bebernya usai meletakkan batu pertama untuk mengawali pembangunan di sekitar Balai Jagong, Kudus.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan akan membentuk tim khusus percepatan dan ketepatan pembangunan. Hal tersebut dilakukan guna menciptakan pembangunan di Kota Kretek yang lebih terstruktur dan tepat sasaran.

“Kami akan bentuk tim percepatan. Sewaktu-waktu kami turun mengecek langsung ke lokasi, jika tidak sesuai spesifikasi, akan kami beri teguran melalui SK Bupati,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan gedung perpustakaan ini mampu meningkatkan indeks literasi masyarakat Kudus, terutama di tengah era digitalisasi. Meskipun di Kabupaten Kudus sudah ada perpustakaan digital, namun pembangunan tersebut bisa mengedukasi masyarakat, terutama anak didik mulai jenjang paud hingga SMA.

“Masyarakat dari PAUD hingga mahasiswa bisa memanfaatkan ini. Walaupun sekarang era digital, membaca buku fisik itu punya sensasi tersendiri. Kami ingin indeks literasi Kudus bisa mencapai 75 persen,” tuturnya.

Bahkan, Sam’ani menyampaikan gagasan agar area sekitar perpustakaan nantinya dilengkapi taman bermain yang dapat digunakan masyarakat secara bebas.

Baca Juga: Dikecoh PGOT di Kawasan Menara Kudus, Satpol-PP Tak Berhasil Tangkap Satupun

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, Hendriyadi W Putro, menegaskan pihaknya siap mengawal proyek ini dari awal hingga akhir, baik dari sisi administratif maupun teknis. Proses monitoring akan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, termasuk dalam hal administrasi proyek dan kesesuaian spesifikasi teknis di lapangan.

“Kami akan berkoordinasi dengan Inspektorat dan Dinas PUPR. Kehadiran Kejaksaan bukan hanya melihat, tapi terlibat dalam pengawasan agar hasilnya sesuai harapan dan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER