Jateng Jadi Juara Umum MilkLife Archery Callange Kejurnas Panahan Junior 2025, Kukuhkan Dominasi Empat Tahun Berturut-turut

BETANEWS.ID, KUDUS – Kontingen Jawa Tengah kembali menunjukkan dominasinya di cabang olahraga (cabor) panahan junior nasional dengan meraih gelar juara umum di ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Panahan Junior 2025. Ajang yang diselenggarakan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Bhakti Olahraga Djarum Foundation itu berlangsung mulai 27 Juni hingga 5 Juli 2025, di SuperSoccer Arena (SSA) Kudus.

Dari 80 atlet yang dibawa, kontingen Jateng itu berhasil membawa pulang total sebanyak 79 medali, terdiri 32 emas, 22 perak, dan 25 perunggu. Raihan tersebut sekaligus mempertahankan gelar juara umum selama empat kali secara berturut-turut bagi kontingen Jateng, setelah sebelumnya sukses di Yogyakarta (2022), Bogor (2023), dan Batam (2024).

Baca Juga: ASTI Kudus Juara Nasional U-15, Tundukkan DIY dan Borong Penghargaan

-Advertisement-

Manajer Kontingen Jateng sekaligus Sekretaris Pengprov Panahan Jateng, Martin Sudarmono menyampaikan, atlet yang dibawa merupakan talenta terbaik dari 35 kabupaten/kota se-Jateng, dan berhasil mempersembahkan total 32 medali emas. Atletnya dihasilkan dari seleksi ketat dalam ajang Kejurprov junior, sehingga berhasil menjadi juara umum.

“Alhamdulillah, strategi yang kami terapkan berhasil. Kami memberangkatkan atlet terbaik hasil seleksi provinsi. Hasilnya, Jateng kembali menjadi juara umum di Kejurnas 2025,” katanya, usai mengangkat tropi juara umum, Sabtu (5/7/2025).

Ia mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi pembinaan dan iklim kompetisi yang sehat di Jawa Tengah. Martin berharap prestasi ini bisa dipertahankan di Kejurnas Panahan Junior 2026 yang juga akan digelar kembali di Kudus.

Program Direktur Bhakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menuturkan, MilkLife Archery Challenge Kejurnas 2025 mencetak sejarah sebagai Kejurnas panahan junior dengan peserta terbanyak, yakni 876 atlet dari 28 provinsi. Untuk pertama kalinya pula, kategori kelompok umur 10 tahun (U-10) dipertandingkan, menandai kemajuan signifikan dalam pembinaan usia dini.

“Ini kejurnas dengan peserta terbanyak. Biasanya hanya 400-500 atlet, sekarang 800 lebih. Bahkan ada U-10 yang baru pertama kali digelar, ini sinyal bahwa pembinaan kita sudah di jalur yang benar,” terangnya.

Yoppy berharap, ajang tersebut bisa menjadi pemantik bagi atlet muda panahan, utamanya di Kudus agar lebih giat dan bisa menorehkan prestasi. Menurutnya, pentingnya pemassalan untuk menjaga ekosistem pembinaan cabor panahan untuk usia dini.

“Kami mendukung langkah PB Perpani menggelar turnamen level nasional untuk memberikan panggung bagi atlet muda hingga menorehkan prestasi dan mengharumkan Indonesia sampai di level internasional,” tuturnya.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, menyebut Kejurnas tahun ini sangat penting untuk menjaring bibit atlet muda. Mereka dapat diproyeksikan untuk mengikuti ajang internasional seperti Youth Olympic Games dan Olimpiade Los Angeles 2028.

“Kalau dilihat dari skor atlet U-18 ini sangat fantastis. Dari sini kita akan ambil yang terbaik sebagai persiapan panjang menuju Olimpiade Los Angeles (LA) 2028,” ungkapnya.

Baca Juga: Bandara Dewadaru Karimunjawa Resmi Layani Penerbangan Komersial Tiga Kali Seminggu

Ia menambahkan, saat ini talenta panahan mulai merata dari berbagai provinsi, meski saat ini masih didominasi oleh daerah di Pulau Jawa seperti Jateng, Jabar, dan DKI Jakarta. Meski begitu, Provinsi Sumatra, Kalimantan, dan Bali disebut sudah mulai melahirkan banyak bibit berkualitas.

Berikut daftar pemenang MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional Junior 2025

Juara 1 kontingen panahan Jawa Tengah dengan total perolehan 79 medali
32 emas
22 perak
25 perunggu

Juara 2 kontingen panahan Jawa Barat dengan total perolehan 58 medali
18 emas
19 perak
21 perunggu

Juara 3 kontingen panahan DKI Jakarta dengan total perolehan 54 medali
18 emas
17 perak
19 perunggu

Juara 4 kontingen panahan Kalimantan Timur dengan total perolehan 28 medali
7 emas
11 perak
10 perunggu

Juara 5 kontingen Kepulauan Riau dengan total perolehan 17 medali
7 emas
7 perak
3 perunggu

Juara 6 kontingen panahan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan total perolehan 22 medali
5 emas
9 perak
8 perunggu

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER