BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan tol Demak-Tuban yang melintasi Kabupaten Kudus dipastikan tertunda. Hal tersebut dikarenakan pemerintah bakal memprioritaskan pembangunan Hybrid Sea Wall di pesisir Sayung Demak hingga pesisir Jepara guna mengatasi banjir Rob.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo mengatakan, bahwa lanjutan pembangunan Jalan Tol Demak-Tuban informasinya akan tertunda hingga tahun 2028. Pemerintah lebih mendahulukan pembangunan tanggul laut.
Baca Juga: Tahun Ini Kurang 53 Siswa, Ternyata SMP 4 Bae Setiap Tahun Selalu Kekurangan Siswa
“Pembangunan Jalan Tol Demak-Tuban dipending dulu. Istilahnya moratorium,” ujar Harry kepada awak media di kantor Dinas PUPR Kudus, Selasa (1/7/2025).
Dia mengungkapkan, bahwa keputusan tersebut merupakan sepenuhnya kewenangan dari Pemerintah Pusat. Sehingga pemerintah daerah, termasuk Kudus hanya bisa mematuhinya.
“Keputusan itu langsung dari Pusat. Kami yang didaerah tidak bisa mengintervensi,” bebernya.
Dia menuturkan, sebenarnya proses untuk pembangunan jalan tol Demak-Tuban di Kudus kemarin sudah masuk tahap kajian lahan. Termasuk juga trase atau alinyemen jalan.
“Namun untuk trase jalan tol itu kemarin ada alternatifnya. Nah yang alternatif itu tidak disampaikan ke kami, khawatirnya nanti ada spekulan-spekulan tanah,” jelasnya.
Pihaknya juga tetap berupaya di Kabupaten Kudus nanti kebagian exit tol, ketika jalan tol Demak-Tuban jadi dilanjutkan atau minimal ada rest area. Namun, memang ketika ada exit toll itu membutuhkan lahan lebih luas.
“Untuk simpang susun exit tol itu butuh lahan yang lumayan lebih luas. Kita tunggu kajian dari Pemerintah Pusat, dan kita tetap mengusulkam agar nanti di Kudus ada exit tol juga rest area,” beber Harry.
Baca Juga: Hampir Rata SD di Kudus Kekurangan Siswa, SD 1 Wates Baru Ada Satu Pendaftar
Sebagai informasi pemerintah bakal membangun Hybrib Sea Wall di pesisir Sayung Kabupaten Demak hingga Kedung Kabupaten Jepara. Proyek yang diinisiatif oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut rencananya bakal dimulai Oktober 2025.
Pembangunan tanggul laut tersebut dirancang guna mengatasi banjir rob di peisir Demak, terutama Sayung yang sudah sangat parah.
Editor: Haikal Rosyada

