BETANEWS.ID, KUDUS – Keadaan Lantai bawah Pasar Bitingan Kabupaten Kudus sepi pembeli dan jauh dari hingar-bingar kegiatan jual beli. Bahkan, beberapa pedagang terlihat sampai tertidur menunggu datangnya pembeli atau orang lewat yang sekedar melihat atau menawar dagangan mereka.
Salah satu pedagang yakni, Santi Sulistyawati (62) mengatakan, bahwa keadaan Pasar Bitingan Kudus saat ini sangat menyedihkan. Sepi dan pembeli turun drastis sejak beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Sempat Ramai di Medsos, Study Tour SMP 1 Mejobo Tetap Dilaksanakan
“Keadaan sepi begini sejak pandemi dan hingga sekarang belum pulih. Bahkan menurutku makin sepi,” ujar Santi kepada Betanews.id saat ditemui di los tempat menjajakan dagangannya, Senin (26/5/2025).
Santi yang berjualan aneka pakaian mengungkapkan, sebelum pandemi dirinya bisa menjual puluhan potong baju sehari. Sekarang, bisa menjual satu atau dua potong pakaian saja sudah bagus.
“Sebab, sering juga tak ada yang laku sama sekali. Dalam sepekan itu, bisa sehari atau dua hari yang nihil hasil atau tak ada pembeli sama sekali,” beber warga Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu tersebut.
Dia menuturkan, tetap bertahan berjualan karena los Pasar Bitingan adalah satu-satunya mata pencarian keluarga. Apalagi anak bungsunya masih mengenyam pendidikan dan masih butun biaya.
“Meski sepi, kita tetap bertahan untuk berjualan. Karena ini adalah mata pencarian kami,” ungkapnya.
Hal senada juga dikatakan oleh pedagang lain yakni Sugeng. Pemilik los bernama Tentrem dan berjualan kain dan perlak tersebut mengaku sudah berjualan di Pasar Bitingan lama. Dan saat ini keadaan pasar sepi pembeli.
“Semenjak Covid-19 Pasar Bitingan sepi pembeli. Sampai sekarang belum bangkit lagi dan tetap sepi,” ujar Sugeng.
Baca Juga: Tambang Galian C di Kudus Makan Korban, Satu Meninggal dan Satu Luka-luka
Sugeng juga mengaku, tetap bertahan karena los yang dimilikinya adalah satu-satunya sumber penghasilan. Ia tak punya sawah atau ladang. Ingin mencari peruntungan buka usaha lain, juga belum tentu berhasil.
“Kita tetap bertahan karena ini adalah satu-satunya sumber pendapatan kami, walaupun tak menentu hasilnya. Kami berharap ada solusi dari pemerintah, agar pasar tradisional khususnya Pasar Bitingan yang lantai bawah ini bisa ramai lagi,” harapnya.
Editor: Haikal Rosyada

