31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Keren! Anak Penjual Bakso Pati Ini Diterima di 34 Universitas Dunia

BETANEWS.ID, PATI – Prestasi luar biasa ditorehkan Gelar Abdi Fistawan, siswa SMA Negeri 1 Pati. Putra dari keluarga sederhana ini berhasil diterima di 34 universitas bergengsi di sembilan negara berbeda, termasuk Australia, Amerika Serikat, Belanda, dan China.

Gelar merupakan anak pertama dari pasangan Iwan Riyanto, seorang penjual bakso, dan Nita Rahayu, ibu rumah tangga. Mereka tinggal di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. 

Saat ditemui di sekolahnya, Gelar mengungkapkan rasa syukurnya karena berhasil diterima di puluhan kampus luar negeri.

-Advertisement-

“Kebetulan saya diterima di 34 kampus luar negeri dan alhamdulillah diterima semua dan saya mendapatkan 37 letter of acceptense dan saya submit beasiswa bergelar garuda yang alhamudilillah lolos kampus tujuan University of New South Wales UNSW Sydney Australia jurusan Bachelor of Engineering,” ujarnya. 

Baca juga: Sudewo Tunggu Kontribusi PGRI Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan di Pati

Gelar mengaku, untuk mencapai prestasi tersebut ia harus berkomitmen sejak kelas XI mengikuti program beasiswa Garuda dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.

Selama mengikuti program itu, ia fokus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan memperkuat nilai akademik.

“Memang harus sudah memiliki rencana yang matang meningkatkan skil bahasa Inggris dan tentunya jangan lupa untuk tetap menjaga nilai akademik dan juga beberapa aktivitas dampak yang sangat besar,” imbuhnya. 

Alasan Gelar memilih University of New South Wales (UNSW) di Sydney adalah karena reputasinya yang kuat di bidang teknik dan berada di peringkat 19 dunia.

“Saya memilih di Sidney sebagai kampus tujuan saya memang rangking untuk jurusan teknik sangat bagus. Juga memiliki rangking sangat tinggi yakni 19 dunia,” ungkapnya.

Gelar juga menuturkan, bahwa dukungan dari sekolah sangat membantu selama proses pendaftaran dan penerjemahan dokumen akademik.

“Tidak terlalu banyak kendala karena saya dibantu sekolah. Seperti transit rapot yang memang dalam bahasa Indonesia. Jadi saya berkoordinasi dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum meminta tolong untuk bagaimana rapot ditranslit ke Bahasa Inggris dan juga bagaimana saya mengejerjakan nilai akademik saya di sini,” jelasnya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER