BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku resah jika melihat kondisi Kota Semarang dalam pencegahan penularan Covid-19. Karena selama 25 hari bersepeda keliling Kota Semarang, dirinya melihat masih banyaknya kerumunan di berbagai tempat. Bahkan sampai larut malam pun, kafe-kafe di Semarang masih ramai pengunjung.
“Ini diperlukan tindakan makin tegas dan keras, agar semua mengerti. Karena malam hari kafe masih buka dan banyak yang nongkrong. Pagi-pagi saya keliling, sudah 25 hari saya keliling untuk ngecek dan suasana keramaian itu masih ada,” katanya.
Ganjar pun berharap masyarakat di Kota Semarang semakin keras usahanya dalam mencegah persebaran virus yang telah merenggut ratusan ribu nyawa itu.
Baca juga : Kota Tegal Tetapkan PSBB, Ganjar Instruksikan Pemkot Segera Beraksi
“Kita semua minta bantuan, pakai masker, jaga jarak, jangan keluar rumah kalau tidak penting. Hentikan tongkrang tongkrong haha hehe. Sekali lagi hentikan itu agar kita sehat semua,” katanya.
Ganjar juga meminta Pemkot Semarang makin tegas dan keras menerapkan psycal distancing. Ganjar pun menginstruksikan Walikota Semarang untuk untuk melakukan kajian dan perhitungan, kemungkinan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kajian dan perhitungan itu menyangkut aspek sosial ekonomi, transportasi, logistik sampai keamanan.
“Saya kira Kota Semarang harus mencermati betul-betul. Semarang ini sudah masuk kategori merah juga. Jadi harus hati-hati. Kalau kemudian kita tidak bisa mengendalikan akan bisa menambah jumlah pasien. Segera dikaji, segera dihitung persebarannya seperti apa, percepatannya seperti apa. Begitu itu terlihat drastis dan persebarannya semakin luas, tidak usah ragu-ragu (mengajukan penerapan PSBB),” kata Ganjar, Jumat (17/4/2020).
Baca juga : Warga Jateng di Luar Daerah Sulit Dapat Bantuan, Silakan Hubungi Nomor Ini
Selain upaya tersebut, Ganjar juga berharap masyarakat memberi dukungan penuh pada tenaga medis, khususnya saat memeriksakan diri. Hal tersebut Ganjar utarakan sebagai cerminan kasus 46 tenaga medis RSUP dr Kariadi yang positif COVID-19 karena ketidakjujuran seorang pasien.
Editor : Kholistiono

