31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Meski Punya Keterbatasan, Siswa PPSDN Kudus Semangat Tadarus Al-Qur’an Braille

BETANEWS.ID, KUDUS – Keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi para siswa Pusat Pelayanan Sosial Disabilitas Netra (PPSDN) Kudus untuk tetap menyemarakkan bulan suci Ramadan. Mereka tampak penuh semangat mengikuti pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode khusus.

Suasana Ramadan di PPSDN Kudus dipenuhi dengan berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya adalah membaca Al-Qur’an Braille. Para siswa tunanetra membaca huruf-huruf Arab Braille melalui metode talaqqi, yakni membaca dengan bimbingan langsung dari guru.

Selain belajar membaca Al-Qur’an, para siswa PPSDN Kudus juga memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam seperti fikih, tafsir Al-Qur’an, dan ahlak.

-Advertisement-

Baca juga: Sam’ani Gelar Open House di Hari Pertama Lebaran di Pendapa Kudus

Guru ngaji Al-Qur’an Braille PPSDN Kudus, Yusi Susanto, menjelaskan, metode pembelajaran membaca Al Qur’an huruf braile biasa digunakan bagi siswa tunanetra di PPSDN Kudus. Menurutnya, Al Qur’an braile ditulis dengan simbol yang terdiri dari titik-titik timbul. 

“Jadi penerapan pembelajaran melalui pembacaan braile dna metode talaqqi. Untuk memberi contoh pengucapan, selanjutnya mereka melanjutkan dan meneruskan apa yang kita ucapkan sampai mereka benar-benar paham,” bebernya di PPSDN Kudus, Nganguk, Mlati Lor, Kecamatan Kota, belum lama ini.

Ia menuturkan, untuk mengajarkan Al-Qur’an braile kepada siswa tunanetra, membutuhkan waktu sekitar 1-2 pekan, mengingat tidak semua siswa dapat menyerap ilmu dengan baik. Para siswa juga semangat tadarus Al-Qur’an.

“Jadi untuk waktu yang diberikan kepada kami mengajar mereka random. Karena semua siswa tidak bisa langsung bisa membaca dengan 1-2 hari belajar,” tuturnya.

Ia mengaku, setiap siswa memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda dalam membaca Al-Qur’an Braille, tergantung pada kemampuan masing-masing. Namun, semangat mereka dalam belajar sangat tinggi meskipun di tengah keterbatasan.

Baca juga: Toko Rajawali Kudus, Salah Satu Toko Petasan yang Diburu Warga 

“Setiap anak memiliki waktu berbeda untuk bisa membaca Al-Qur’an Braille dengan lancar, tetapi mereka semua sangat antusias. Ini menjadi bagian dari ibadah mereka di bulan suci,” ungkapnya.

Salah satu siswa PPSDN Kudus, Arum Februarini, mengungkapkan kebahagiaannya bisa belajar membaca Al-Qur’an meskipun dengan metode yang berbeda.

“Saya senang bisa belajar membaca Al-Qur’an Braille. Ini menjadi bagian dari ibadah di bulan Ramadan sekaligus cara untuk lebih memahami ajaran Islam,” tuturnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER