BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, di samping SMK Negeri 1 Kudus, seorang perempuan berkerudung biru tua tampak sibuk melayani pelanggan yang datang silih berganti. Dengan cekatan, ia mengambil gelas cup ukuran sedang, mengisi dengan berbagai macam bakso seafood, menambahkan kuah khas Korea, lalu menaburkan wijen di atasnya. Perempuan itu tak lain adalah Mila (49), perantau dari Depok, Jawa Barat, yang kini menetap di Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Sebelum berjualan bakso Korean seafood, Mila sempat menjalankan usaha soto dan nasi tahu di Depok. Namun, pandemi COVID-19 membuatnya memutuskan merantau ke Kudus dan mencoba peruntungan baru. Tak disangka, usaha bakso Korean seafood yang awalnya hanya iseng, justru mendapat banyak peminat dan kini sudah berjalan hampir empat tahun.
“Awalnya di Kudus belum ada yang jual bakso Korean seafood, jadi saya coba buka usaha ini. Alhamdulillah, bisa bertahan sampai sekarang,” ujarnya.
Baca juga: Jangan Remehkan Penjual Asongan, Omzet Ivan Capai Rp500 Ribu Sehari
Bakso Korean Seafood racikan Mila menggunakan aneka frozen food seperti bakso ikan, sosis, sosis salju, dumpling, tempura, dan otak-otak ikan. Biasanya, ada sekitar 10 varian suki-sukian dalam setiap porsi. Namun, yang membuat pelanggannya ketagihan adalah kuahnya yang khas dengan cita rasa Korea, diracik menggunakan bumbu rahasia.
“Di sini ada 10 varian frozen food, tapi yang paling spesial itu kuahnya. Rasanya khas Korea, beda dari yang lain,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Mila membuka lapaknya setiap hari Senin hingga Sabtu, dari pagi hingga adonan habis. Dengan harga mulai dari Rp5.000 per porsi, biasanya ia bisa menjual hingga 150 porsi sehari, atau menghabiskan sekitar 20 pack frozen food. Dari penjualan tersebut, Mila bisa meraup omzet hingga ratusan ribu rupiah per hari.
Baca juga: Dimsum Mpok Rani: Dagingnya Banyak dan Ukurannya Lebih Besar
“Biasanya buka dari pukul 09.00 WIB hingga habis. Sehari bisa terjual 150 porsi,” bebernya.
Mayoritas pelanggannya adalah siswa SMK Negeri 1 Kudus dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Bahkan, banyak dari mereka yang membeli bakso seafood sebagai lauk dan membawa nasi sendiri dari rumah.
Penulis: Fiska Aditia, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

