BETANEWS.ID, JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo, berencana membangun Pelabuhan Ekspor di Desa Balong, Kecamatan Kembang. Ini merupakan tindak lanjut dari permintaan investor Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) saat dialog di Pendapa Kabupaten Jepara, Rabu (12/3/2025).
Menurut Perwakilan pengusaha dari PT Wanxinda Travel Goods, Reza Wisnuwardhana, pelabuhan ekspor akan menekan biaya logistik yang tentunya bisa membawa berbagai dampak positif untuk dunia usaha.
“Kami sangat mendukung jika Jepara memiliki pelabuhan ekspor. Infrastruktur juga ikut bagus karena itu bagian tidak terpisahkan. Itu menjadi daya tarik untuk investor,” katanya.
Baca juga: Pameran Furnitur Internasional Jepara Targetkan Transaksi $4 Juta USD
Wiwit menyebut, lahan di Balong itu memiliki luas 900 hektare yang merupakan lahan milik Perhutani dan PTPN IX. Desa Balong dipilih sebagai calon lokasi karena lautnya dalam dan stabil, sehingga kapal ekspor impor leluasa beraktivitas di pelabuhan.
Jika terealisasi, pelabuhan ekspor tersebut diproyeksikan bisa melayani empat kabupaten, yakni Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang. Untuk itu, saat ini pihaknya membuka kesempatan jika terdapat investor yang tertarik menggarap pelabuhan ekspor tersebut.
“Kami sedang mencari investor, barangkali ada yang tertarik membentuk konsorsium, mari kita diskusikan,” ujarnya.
Selain itu, saat ini Jepara juga sudah menyandang status sebagai kota perdagangan dunia. Hal ini terlihat dari catatan ekspor mebel, furnitur, dan ukir Jepara yang sudah menembus ke-160-an negara di dunia.
Baca juga: Beri Jaminan Keselamatan Kerja, Wiwit Siapkan Insentif Bagi Pengukir Jepara
Setiap tahun nilai ekspor produk asal Jepara mencapai ratusan juta USD, yang didominasi produk berbahan dasar kayu. Pada 2023 misalnya, nilai ekspor Jepara mencapai 659,2 juta USD. Khusus mebel, furnitur, dan ukiran sebesar 319,1 juta USD.
Sedangkan untuk iklim investasi, saat ini terdapat 314 PMA yang sudah berinvestasi di Jepara.
“Kalau pelabuhan dibangun maka pelaku usaha akan lebih nyaman karena nanti ada kawasan industri yang terhubung langsung dengan pelabuhan. Jadi mari kita kolaborasi,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

