BETANEWS.ID, SEMARANG – Ada fakta menarik di balik angka kematian akibat kasus Covid-19 di Jawa Tengah. Dari total 18 pasien yang meninggal hingga saat ini, hanya ada empat pasien yang usianya di bawah umur 50 tahun.
Data tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (3/4/2020) malam. Bahkan, dia mengatakan sebagian besar pasien yang meninggal dalam kasus corona telah memiliki penyakit bawaan.
“Saya mendapat laporan mereka yang mrninggal (akibat corona) memang sebelumnya sudah memiliki penyakit bawaan. Ada banyak kejadian, ada yang usai pulang dari wilayah episentrum sudah mengalami sakit, setelah pulang meninggal. Itu satu contoh,” ujar Ganjar.
Data terbaru pada Jumat kemarin, kata Ganjar, total ada 114 kasus positif corona di Jawa Tengah. Dari total kasus tersebut, 85 pasien di antaranya masih dalam masa perawatan di rumah sakit. Sedangkan 11 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh, dan 18 pasien dinyatakan meninggal. Dari total jumlah meninggal, sebanyak 14 pasien berusia lebih dari 50 tahun.
Berdasarkan catatan yang dimiliki, Ganjar menyebut pada 8 maret ada dua kasus meninggal. Korbannya, satu perempuan berusia 59 tahun dan lelaki berusia 60 tahun. Setelah itu pada 13 Maret ada perempuan 44 tahun yang meninggsl.
“Selanjutnya, pada 21 Maret ada kasus meninggal lagi, yakni laki-laki usia 77 tahun, 25 Maret laki-laki usia 22 tahun, 28 Maret laki-laki usia 65 tahun. Sehari setelahnya, ada laki-laki usia 70 tahun yang meninggal, dan 31 Maret laki-laki usia 62 tahun,” bebernya.
Kemudian, kata Ganjar menyebut pada 1 April ada tujuh orang yang meninggal. Mereka itu yakni lima laki-laki usia 64, 69, dan 45, 56, dan 43 tahun serta dua perempuan usia 67 dan 72 tahun. Terakhir pada 2 April ada dua laki-laki meninggal usia 64 tahun dan 73 tahun.
“Terus kemudian pada 2 April juga ada satu lagi yang meninggal. Data di Dinkes Jateng masih berstatus PDP dengan hasil tes yang belum diterima. Tapi kemungkinan besar positif,” kata Ganjar.
Sementara itu, berdasarkan data siaran pers Pemerintah Pusat, tertulis kasus meninggal di Jawa Tengah bertambah 11 orang dalam sehari kemarin. Melihat data tersebut, Ganjar meluruskan data yang dianggapnya kurang tepat itu.
“Itu meninggal sebelas orang bukan satu hari, tapi itu angka akumulatif . Itu akumulasi sejak pertama sama yang kemarin. Kami sejak pertama mencatat, tiba-tiba ada angka sebelas yang dimasukkan. Kita juga kaget tadi membacanya. Maka setelah di clearance tidak ada. Itu akumulatif,” katanya.
Ganjar juga menegaskan selaku menerima laporan real-time dari jajarannya ketika ada penambahan kasus. Tapi khusus untuk kasus pasien positif COVID-19 yang meninggal, Ganjar menyampaikan pihak rumah sakit mesti melakukan clearance terlebih dahulu.
“Kalau kita sudah ada datanya. Pusat baru menginformasikan ini. Karena setiap ada yang meninggal mereka (rumah sakit) clearance dulu baru dilaporkan ke kita. Maka seringkali laporannya terlambat. Tidak otomatis ketika ada yang meninggal laporannya langsung masuk ke kita,” katanya.
Editor: Suwoko

