Kotot Beri Nama Bengkel Cat Mobilnya Sesuai Wasiat Sang Kakek

BETANEWS.ID, KUDUS – Ditepi utara Jalan Lingkar Barat, tepatnya di Dukuh Bendaran, Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus tampak beberapa mobil sedang terparkir. Di antara mobil tersebut terlihat seoang pria mengenakan kemeja lengan pendek sedang menutup lampu mobil dengan koran. Sedangkan pria satunya lagi mengenakan caping Jawa tampak menyemprot mobil warna silver. Pria tersebut yakni Nor Ekhsan (42) pemilik bengkel cat mobil Sumber Agung.

Di sela aktivitasnya itu, Nor Ekhsan sudi berbagi kisah kepada betanews.id tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, mulai merintis usaha cat mobil sejak tahun 2012. Menurutnya, usaha cat mobil itu sengaja diberi nama Sumber Agung karena wasiat dari mendiang kakeknya.

Salah satu pekerja di bengkel cat mobil Sumber Agung sedang melakukan pendempulan bodi mobil. Foto : Rabu Sipan

“Kakek saya itu meninggalnya usia 95 tahun. Sebelum meninggal beliau memberi wasiat kepada saya, ‘nak, kelakk kalau kamu bisa eker – eker sendiri atau bisa punya usaha sendiri tolong diberi Sumber Agung ya,” ujar pria yang akrab disapa Kotot menirukan ucapan mendiang kakeknya.

-Advertisement-

Baca juga : Nama Faeza Pondasi Diharap Memberi Tuah Kelancaran Usaha Ari

Setelah dapat wasiat itu, selang enam bulan Kotot membuka usaha cat mobil sendiri, setelah sebelumnya bekerja di bidang yang sama selama lima tahun di Jepara. Usahanya tersebut diberi nama sesuai wasiat eyangnya yakni Bengkel Cat Sumber Agung.

“Saya pribadi tidak mengerti filosofi atau tujuan kakek saya memberi wasiat nama untuk usahaku. Tapi saya percaya, pasti ada harapan dan makna yang baik dibalik nama yang diberikan kakeknya itu,” ungkap Kotot, Sabtu (28/3/2020).

Pria yang dikaruniai satu anak itu mengatakan, awal memulai usaha tidaklah mudah. Karena belum dikenal, sepekan paling ada hanya satu pelanggan saja. Oleh sebab itu selain menerima orderan pengecatan mobil sendiri, dia juga ikut kerja di beberapa bengkel orang lain di Kudus.

“Hal itu saya lakukan selama dua tahun. Setelah itu barulah bengkel cat mobil Sumber Agung mulai dikenal banyak orang,” ungkapnya.

Dia menuturkan, selama menjalankan usahanya tersebut, dirinya tidak mematok harga pasti. Karena menurutnya, biaya pengecatan selalu dibicarakan secara kekeluargaan.

“Yang saya patok harga pasti itu kalau pengecatan full satu mobil. Biasanya saya banderol mulai Rp 2,5 juta. Tapi kalau pengecatan sedikit – sedikit biasanya saya dibayar keiklasan para pelanggan. Yang penting saya tidak rugi saja,” ujarnya.

Baca juga : Dianggap Bisnis Tak Bergengsi, Kini Usaha Terasi Selok Jaya Omzetnya Capai Ratusan Juta Sebulan

Karena harga kekeluargaan itu lanjutnya, kini pelanggannya sudah lumayan banyak. Tidak hanya orang Kudus saja, melainkan juga ada yang datang dari Demak, Jepara, serta Pati.

Dia mengakui, tak jarang ada beberapa pelanggan yang komplain dengan hasil pekerjaannya. Tapi dia selalu melayani dengan hati dan memperbaiki pekerjaannya sesuai dengan apa yang diharapkan para pelanggannya.

“Dengan menerima komplain dan selalu mau memperbaiki saat ada komplai dari pelanggan. Maka pelanggan akan puas dan akan data lagi di lain waktu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER