BETANEWS.ID, KUDUS – Kudus, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan sejarah dan warisan budayanya, tetapi juga dengan konsep kehidupan yang khas, yaitu Gusjigang. Budaya masyarakat Kudus yang kreatif dan adaptif dalam berdagang tak hanya terlihat dari sisi ekonomi, tetapi juga dari kekayaan kulinernya.
Kudus juga memiliki berbagai minuman legendaris yang menggugah selera. Minuman-minuman tersebut memiliki cita rasa unik dan sudah diwariskan turun-temurun. Berikut empat minuman legendaris yang layak dicoba.
Es Gempol Mekar Sari

Terletak di Jalan Kyai H. Wahid Hasyim No. 64, kedai Es Gempol Mekar Sari dikenal tak pernah sepi pengunjung. Kedai yang dirintis oleh Sariyanto pada tahun 1990 itu kini dilanjutkan oleh putranya bernama Efendi (42).
Es gempol yang terkenal memiliki rasa manis, gurih, dan menyegarkan itu, ternyata memiliki banyak pelanggan dari luar Kudus, bahkan ada yang Bogor.
Es Gempol Mekar Sari di jual dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp 8.000 per mangkuk. Tak hanya es gempol, kedai yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 14.30 WIB itu juga menyediakan berbagai jajanan, seperti sate dan camilan lainnya.
Es Buah Nusantara

Es Buah Nusantara menyajikan minuman buah yang telah menjadi favorit masyarakat Kudus dan sekitarnya. Dikenal sejak tahun 1970-an, Es Buah Nusantara merupakan perpaduan berbagai buah tropis yang disajikan dengan sirup manis, susu, dan es batu serut.
Menariknya, aneka buah di sana sudah dijadikan manisan dan disajikan menggunakan piring makan, menambah kesan unik bagi setiap pelanggan. Jika pada umumnya es buah berisikan toping buah yang sudah masak, es buah Nusantara ini berbeda, aneka buah di sini sudah dijadikan manisan.
Deny (30), generasi keempat pengelola Es Buah Nusantara, menjelaskan, bahwa buah-buahan yang digunakan harus dalam kondisi belum terlalu matang agar teksturnya renyah. Setiap porsi es buah terdiri dari nanas, melon, kolang-kaling, pepaya, serta tambahan agar-agar dan cincau, yang memberikan pengalaman rasa yang segar dan beragam.
Es Buah Nusantara yang berlokasi di Jalan Kyai H. Wahid Hasim Nomor 50a itu dijual dengan harga Rp10 ribu per porsi. Buka setiap hari mualai pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Es Dawet Moro Seneng

Di Pasar Kliwon Kudus, terdapat Es Dawet Moro Seneng yang telah beroperasi sejak tahun 1970-an. Agus, generasi ketiga penerus usaha tersebut, dengan bangga menyatakan bahwa resep yang mereka gunakan adalah warisan dari orang tuanya.
Selain itu, kelapa yang digunakan adalah kelapa pilihan, sehingga santannya benar-benar terasa. Setiap harinya, lebih dari 600 porsi es dawet terjual. Pengunjung datang dari berbagai daerah, tertarik dengan kelezatan yang ditawarkan.
Es Dawet Moro Seneng disajikan dengan dua varian rasa, yaitu sirup dan gula jawa aren, yang semakin memanjakan lidah penikmatnya. Dengan harga hanya Rp 6.000 per porsi, Es Dawet Moro Seneng buka setiap hari dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Wedang Ronde The Rukin’s Ronde

Di sekitar Ruko Agus Salim, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Gepeng (60) mengelola lapak wedang ronde yang telah berdiri sejak tahun 1967. Wedang ronde yang diberi nama The Rukin’s Ronde itu terbuat dari tepung ketan yang kenyal dan lembut, diisi dengan kacang tanah sangrai yang memberikan kelezatan tersendiri.
Menurutnya, yang membedakan wedang ronde di sana adalah isian kacangnya. Berkat resep warisan itu, setiap hari, ia dapat membuat setengah kilogram tepung ketan, dan pasti terjual hingga habis. The Rukin’s Ronde buka setiap hari kecuali hari Minggu, mulai pukul 17.00 WIB hingga 00.00 WIB.
Penulis: Rizki Indriani, Hanifah Febria Dwiyanti, Prih Nur Fia Istiqomah, Chindy Saifani, dan Sania Nailul Muna (Mahasiswa Magang PBSI UMK)
Editor: Ahmad Rosyidi

