BETANEWS.ID, KUDUS – Pilot project program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Kudus bakal berlangsung 30 September hingga 3 Oktober 2024.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho mengatakan, pilot project program MBG, Kudus melibatkan empat sekolah tingkat jenjang SD dan SMP negeri maupun swasta.
Baca Juga: Wayang Klitik Kudus Bakal Diusulkan WBTB
“Jadi empat sekolah ini adalah SD 2 Wergu Wetan, SDIT Umar Bin Khattab, SMP 1 Gebog, dan MTs Negeri 1 Kudus,” bebernya, Senin (23/9/2024).
Mekanisme penganggaran dalam kegiatan itu bersumber dari Dana Tak Terduga (TT) dari APBD Kudus Tahun 2024 senilai Rp140 juta. Selain itu juga hasil kerjasama dengan CSR atau perusahan swasta.
“Karena dalam pilot project ini melibatkan sekolah di bawah maupun di luar naungan Pemkab, jadi tidak semua bisa dianggarkan dari dana APBD. Sehingga kami melibatkan CSR dalam pelaksanaan kegiatan pilot project ini,” ujarnya.
“Dana TT sekitar Rp140 juta itu untuk penyediaan makanan dan seremonial kegiatan. Sekitar Rp90 juta dibuat penyediaan makanan bagi sekolah di bawah Pemkab, dan Rp50 juta untuk seremonial. Sementara itu untuk CSR yang dikeluarkan sebanyak Rp142 juta untuk penyediaan makanan bergizi bagi sekolah di luar naungan Pemkab,” jelasnya.
Empat sekolahan yang menjadi pilot project, kata Anggun, dengan jumlah siswa sebanyak 2.599 orang. Sedangkan untuk nominal menu masing-masing jenjang pendidikan berbeda. Untuk jenjang SD, menu senilai Rp17.500 dan jenjang SMP senilai Rp 19.500. Nominal tersebut sudah sekalian susu.
“Kenapa beda, karena dari analisis teman-teman DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten), masing-masing jenjang itu kebutuhan gizinya antara usia SD dan SMP berbeda,” ungkapnya.
Baca Juga: Lazisnu Kudus Salurkan Bantuan Rp2,7 M untuk 1447 Penerima Manfaat
Untuk mekanisme pelaksanannya, Disdikpora Kabupaten Kudus juga akan menyediakan lunch box (tempat makan siang) ke masing-masing peserta didik. Dalam menunya, lanjutnya, akan ada sayur, lauk, nasi, buah-buahan, dan juga susu UHT plain atau susu tanpa rasa.
“Harapannya, uji coba ini nanti akan menjadi pertimbangan pusat untuk merumuskan teknis MBG. Selama dilakukan di Kudus, dapat memberikan gambaran yang utuh pelaksanaan MBG secara keseluruhan terkait teknis penyajian, teknis penyediaan, dan lainnya bisa efektif dan efisien,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

