Mengenal Camlok, Tembakau Tingwe Asal Kudus yang Sudah Menasional

BETANEWS.ID, KUDUS – Belasan pekerja terlihat beribaku dengan tugasnya masing-masing di tempat produksi Camlok, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Ada yang tampak memilah daun tembakau basah, menjemur tembakau, dan proses pemadatan sebelum merajangnya.

Tembakau itu bukan disetorkan ke pabrik melainkan dijual untuk tembakau linting dewe (tingwe). Pelanggannya juga tak main-main karena sudah punya agen dan distributor di 34 provinsi.

Owner Camlok, Ifa Liku Romansah (39), mengatakan, Camlok merupakan kepanjangan dari campuran lokal, karena hasil produksi tembakau dari berbagai wilayah di Indonesia dikumpulkan menjadi satu. Dengan keanekaragaman itu, tembakau hasil produksinya juga punya berbagai jenis.

-Advertisement-

Baca juga: Ko-Mbako Ednik, ‘Surganya’ Tembakau dan Peralatan Tingwe di Kudus

Jenis itu, lanjut dia, seperti Sigaret Kretek Putih (SPK) dan Sigaret Reguler dengan rasa tembakau yang menyerupai rasa Surya dan Djarum. Kemudian ada juga rasa mild, apel, soju, wisky, teh manis, dan masih banyak lagi.

“Jadi untuk kualitas camlok, kita mementingkan karakter rasanya. Ada antep (rasa kuat), (suara) kemretek cengkeh, kemudian rasanya harum manis gurih,” ungkapnya.

Dalam sekali produksi, Ifa bisa menghasilan 7 ton tembakau basah dalam sehari. Sementara untuk tembakau keringnya sekitar 1,2-1,3 ton per hari. Menurutnya, kebanyakan pekerja di sana dari luar daerah yaitu dari Kabupaten Grobogan, karena tidak adanya tenaga kerja dari Kudus.

Baca juga: Ngrekso Tobacco, Jujugan Pecinta Tingwe di Demak yang Harganya Jelas Ramah Kantong

“Kalau untuk harga mulai Rp130-150 ribu per satu kilogram atau per bungkusnya. Tergantung dari rasa tembakau yang diinginkan pelanggan,” tutur warga Desa Dersalam RT 2 RW 3, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tersebut.

Ia mengaku, dalam pemasaran setiap bulannya, pihaknya mampu menjual hingga 60 ribu bungkus tembakau tingwe. Hingga saat ini meski sudah mempunyai lahan tembakau sendiri, pihaknya juga masih mengambil dari luar daerah sebagai support petani.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER