Awalnya Terima Pesanan Teman Kantor, Sheren Mantap Resign Demi Bikin Es Teler

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita tampak cekatan melayani satu demi satu pesanan pembeli yang berdatangan ke outlet Sheren’s Kitchen yang berada di The Mangan Foodcourt, Desa Demangan, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Ramainya pembeli membuat Sheren Himatussaroya itu bisa bernafas lega, karena impian jadi pengusaha menjadi kenyataan.

Saat ditemui di lokasi, Sheren sapaan akrabnya mau berbagi kisah merintis usahanya dari nol. Ia menuturkan, usaha tersebut berawal terima pesanan dari teman kantornya saat masih bekerja di salah satu perusahaan di Kudus. Tak malu, rutinitas tersebut ia geluti selama kurang lebih beberapa bulan.

Baca Juga: Info dari Master Layangan Legendaris di Kudus, Harga Murah, Kualitasnya Sundul Langit

-Advertisement-

“Pertama kali teman saya kasih tester, kurang lebih ada lima orang. Saat itu mereka merasa cocok dengan es teler yang saya buat dan selalu berlangganan. Ide itu saya dapatkan dari media sosial TikTok yang memang sedang hits,” bebernya, Senin (12/8/2024).

Sembari menjalani rutinitas sebagai pekerja, ia kemudian mempunyai ide untuk berjualan di care free day (CFD) di hari Minggu atau di saat ia libur kerja. Menurutnya, saat pertama kali berjualan di CFD, ia mengaku bisa menjual hingga 300 cup. Sehingga hal itu membuatnya semangat untuk bisa menekuni usaha itu.

“Waktu awal jualan secara langsung itu pada April 2023, Alhamdulillah banyak pembeli yang cocok. Di samping itu, jarang yang berjualan es teler di CFD, jadi banyak pembeli yang berminat,” tutur wanita berusia 22 tahun itu.

Ia mengatakan, meski dari awal penjualan itu dilakukan secara mandiri, bahkan saat ini dia sudah memiliki tujuh karyawan yang membantu berjualan di outlet maupun di CFD. Sehingga saat usahanya meningkat, ia mantap resign dari perusahaan, tempat ia bekerja dengan alasan usahanya itu lebih banyak menghasilkan cuan.

“Saya bekerja di perusahaan itu hanya satu tahun saja. Karena memang usaha sudah jalan dan menjadi pengusaha sudah keinginan dari kecil. Di samping itu pihak keluarga juga dari wiraswasta, jadi lebih nyaman saja,” ungkapnya.

Selama satu tahun lebih, usahanya itu bahkan semakin dikenal oleh pembeli. Tak hanya dari warga Kabupaten Kudus, pembelinya juga dari berbagai daerah, seperti Jepara, Pati, hingga Semarang. Sebab menurutnya, ia memasarkannya di TikTok dan sempat beberapa fyp.

“Saat buka di foodcourt ini Alhamdulillah pembeli banyak yang berdatangan, dari Kudus, Pati, Jepara, kemarin juga ada yang dari Semarang. Mereka kebanyakan sengaja datang ke sini karena berniat untuk mencoba. Kebanyakan tester dari mereka rasa es tellernya katanya nagih,” jelasnya.

Baca Juga: Bisa Pilih Desain, Pesanan Tas Sekolah di K-Tasqu Diminati Banyak Pelanggan

Saat ini, wanita beralamat Perumahan Graha Pesona Asri, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu bisa menjual kurang lebih 200-250 cup setiap hari. Untuk hari Minggu, karena berjualan di CFD, setidaknya Sheren bisa menjual lebih dari 500 cup.

“Untuk omzet perbulan Alhamdulillah, Rp10-20 juta. Makanya saya pilih resign dari perusahaan, karena penghasilannya lebih bagus,” imbuh ibu satu anak itu.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER