BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemberlakuan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring untuk seluruh sekolah di Jateng, direspon SMKM 3 Semarang. KBM daring yang mulai berlaku hari ini (16/3/2020) dilakukan sekolah tersebut menggunakan berbagai aplikasi untuk sarana pembelajaran antara guru dengan para siswa di rumah.
Sejumlah aplikasi yang digunakan para guru SMKN 3 Semarang dan siswa untuk berinteraksi di antaranya, Google Class, Edmodo, We Back, dan juga Whats Up (WA). Selain untuk menyampaikan materi kepada para siswa, aplikasi tersebut juga digunakan untuk presensi dan berinteraksi.
Baca juga: Sekolah Diliburkan, Guru Pantau Pembelajaran Siswa di Rumah Secara Online
Penggunaan sejumlah aplikasi untuk mendukung KBM daring tersebut diketahui saat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkunjung ke sekolah tersebut. Ganjar sengaja berkunjung ke SMKN 3 Semarang untuk memantau proses pembelajaran di sekolah pasca-terbitnya surat edaran yang dia buat.
“Kami (para guru) menggunakan beberapa aplikasi untuk pembelajaran secara daring. Ada yang menggunakan Google Class, Edmodo, We Bacak dan lain sebagainya,” ujar Taufik Hidayat, guru SMKN 3 Semarang kepada Ganjar.
Baca juga: Akibat Corona, Ganjar: ‘Seluruh Sekolah di Jateng Mulai Senin Diliburkan!’
Penggunaan sejumlah aplikasi itu dikatakan Taufik sangat efektif untuk menunjang pembelajaran secara daring. Selain bisa sharing materi pelajaran kepada para siswa, para guru juga bisa memberikan tugas kepada para siswa.
Sebelumnya diberitakan, melalui surat edaran, Gubernur Jateng memerintahkan seluruh sekolah untuk menghentikan KBM di sekolah. Perintah tersebut berlaku untuk sekolah tingkat PAUD hingga SMA dan sederajat. Namun, para guru dan siswa tetap harus menjalani KBM namun bisa ditempuh secara daring. Itu akan berlaku hingga dua pekan ke depan.
Baca juga: Mulai Hari Ini Ganjar Minta Kegiatan Car Free Day di Seluruh Jateng Disetop
Ganjar menjelaskan, kedatangannya ke SMKN 3 Semarang ini untuk memantau pemberlakuan KBM daring. Selain di sekolah tersebut, Ganjar juga mengecek di sekolah sebagai sampling si SMAN 5 Semarang.
“Kami ngecek secara sampling anak-anak liburan atau sekolah. Alhamdulillah kita cek dan sampling, mereka sekolah,” katanya.
Selain berbincang dengan para guru, Ganjar juga berinteraksi dengan para siswa via video call WA. Satu di antara siswa yang berkomunikasi dengan Ganjar yakni Gabriela. Dia mengatakan tengah mengerjakan tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia mencari biografi BJ Habibie.
“Bilangin ke temen-temenmu ini bukan libur, tapi belajar di rumah. Kira-kira teman-temanmu lagi pada belajar atau main? Saya minta selama empat belas hari ini kamu dan orangtuamu untuk tidak keluar. Jaga kesehatan dan jangan lupa ngepel rumah ya,” kata Ganjar.
Menurut Ganjar, KBM daring ternyata direspon sekolah secara baik dan para guru dan siswa sangat siap. Penggunaan berbagai aplikasi sangat mendukung proses pembelajaran. Aplikasi yang digunakan bermacam-macam, sesuai dengan apa yang sering digunakan.
Editor: Suwoko

