31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Biar Cepat Sampai Tempat Kerja, Noviatun Pilih Seberangi Sungai Wulan dengan Perahu Eretan

BETANEWS. ID, KUDUS – Seorang perempuan mengenakan jaket merah dan masker tampak mengendarai motor. Dengan hati – hati, motor yang dikendarainya menaiki perahu penyeberangan di Sungai Wulan. Perempuan tersebut yakni Eko Noviatun, satu di antara pengguna jasa penyeberangan perahu eretan.

Dia mengungkapkan, hampir setiap hari menyeberangi Sungai Wulan menggunakan perahu eretan. Hal itu dilakukakan selama hampir enam tahun. Karena tempat tinggalnya di Kecamatan Undaan, Kudus dan tempat dia bekerja yang berada di Desa Sambung, Kecamatan Karanganyar, Demak dipisahkan oleh Sungai Wulan.

Warga bersiap untuk menyeberangi Sungai Wulan menggunakan perahu Eretan. Foto : Rabu Sipan

“Saya itu sudah pelanggan tetap perahu eretan. Karena kalau saya berangkat kerja lewat jalur darat jarak tempuhnya memutar dan kejahuan. Jadi naik perahu eretan bisa lebih cepat dan hemat bahan bakar,” ungkap Eko Noviatun kepada betanews.id.

-Advertisement-

Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu menuturkan, keberadaan perahu eretan di Sungai Wulan itu sangat membantunya. Apalagi ongkos penyeberangannya juga tidak mahal yakni Rp 3 ribu pulang – pergi (PP).

Senada dengan Eko Noviatun, Sukaenah warga Dukuh Gandek, Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, mengaku sering menggunakan jasa perahu eretan untuk menyeberang. Setiap pergi ke Pasar Wage yang berada di Desa Undaan Kidul, Kudus, dia atau pun tetangganya pasti naik perahu eretan.

“Saya dari kecil sampai tua ini setiap pergi ke Pasar Wage Undaan Kidul, Kudus, pasti naik perahu eretan. Soalnya kalau lewat jalan darat harus lewat Bendungan Wilalung. Jauhnya minta ampun. Apalagi saya ini kalau ke pasar jalan kaki,” ungkap Sukainah yang berharap dibangun jembatan penyeberangan oleh pemerintah.

Sumakno, pemilik perahu eretan mengungkapkan, keberadaan perahu eretan bisa dianggap sebagai penunjang aktivitas masyarakat sekitar. Khususnya enam desa di Kecamatan Karanganyar, Demak dan warga Desa di Kecamatan Undaan.

Dia mengaku demi bisa menyeberangkan warga sekitar, dirinya harus beli perahu seharga Rp 45 juta. Dan jalan dari kedua kecamatan menuju Sungai Wulan dibuat cor beton. Agar saat musim hujan bisa dilalui dan warga bisa menjangkau perahunya.

“Untuk membuat penyeberangan ini saya harus modal banyak. Beli perahu dulu itu sudah Rp 45 juta dan sekarang harganya sudah naik jadi Rp 80 juta,” ujar Sumakno.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER