BETANEWS.ID, PATI – Kasus emak-emak yang nekat menyiramkan air ke mobil pembawa sound horeg di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Pati, berakhir damai.
Usai peristiwa tersebut, desakan terkait larangan penggunaan sound horeg saat karnaval terus bermunculan.
Baca Juga: Viral!!! Emak-emak di Margoyoso Pati Hampir Dikeroyok Karena Siram Karnaval Sound Horeg
Tak sedikit warga yang merasa terganggu atas sound dengan suara yang memekakkan telinga itu.
Bahkan unggahan Polresta Pati terkait tindaklanjut kasus tersebut di akun instagramnya juga turut disasar warganet. Akun @rizqi.habbibullah misalnya. Dia menuliskan “pak pol yang terhormat, knalpot bising dijalan aja dilarang bahkan ditilang, sound norak kayak gitu masak lolos”.
Hal serupa pun disuarakan akun @phienygendut. Dia menuliskan “Mohon @polresta_pati dan jajaran bisa lebih bijak memberikan izin kegiatan yang sekiranya bisa memicu hal negatif di masyarakat, meskipun tekhnis pelaksanaannya dianggap aman. Mungkin komplain dan komentar masyarakat via medsos juga bisa dijadikan acuan”.
Terkait hal itu, Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Muji Sutrisna menyebut akan mengkaji terkait kemungkinan larangan penggunaan sound horeg.
“Akan kami kaji, karena itu perhubungan dengan peraturan daerah,”ujarnya.
Sementara terkait perkembangan kasus tersebut, dia menyebut, polisi telah melakukan mediasi dan dilakukan restorative justice atau berakhir damai.
Dia menyebut setelah mendapatkan informasi dan keluhan tentang kejadian tersebut, Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama langsung memerintahkan jajaran Polsek Margoyoso untuk turun tangan melakukan problem solving terhadap pihak-pihak yang terlibat cekcok tersebut.
“Mediasi dilakukan pada Senin (12/8/2024) dipimpin Kapolsek Margoyoso di Balai Desa Waturoyo dengan menghadirkan masing-masing pihak dan sejumlah saksi,” ungkapnya.
Barulah setelah dilakukan mediasi yang cukup panjang, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan berdamai.
Pihak peserta karnaval sound horeg meminta maaf atas perbuatannya dan akan mengganti kerusakan bagian rumah yang sempat rusak.
Sementara Sukati, emak-emak yang mendapatkan intimidasi setelah penyiraman air ke mobil sound horeg juga turut memaafkan peristiwa yang menimpanya.
Baca Juga: Cerita Sukati, Emak-emak yang Viral Karena Aksi Nekatnya Siram Sound Horeg
Hal tersebut kemudian dibuktikan dengan surat pernyataan bersama yang disaksikan oleh Kades Waturoyo, perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
“Kami berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali di kemudian hari. Monggo sami nguri-uri kabudayan Pati, wujudaken Pati Toto Tentrem Kerto Raharjo,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

