BETANEWS.ID, PATIĀ – Pasangan muda yang secara Undang-Undang tentang Perkawinan belum cukup umur untuk melakukan pernikahan, tahun ini ternyata banyak yang mengajukan dispensasi. Hal ini, untuk menghindari tahun duda, yang bagi sebagian masyarakat meyakini untuk tidak melangsungkan pernikahan.
Di Pati, tercatat dalam kurun enam bulan terakhir atau Januari hingga Juni 2024, angka pemberian dispensasi kawin mencapai 256 perkara.
Humas Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pati Hakim Nadjib mengatakan, angka dispensasi kawin di Kabupaten Pati itu cenderung meningkat.
Baca juga: Kisah Pecandu Judi Online di Jepara, Cerai dan Rungkad Ratusan Juta, Masih Mau Depo?
āDispensasi kawin ada 256 perkara yang diputuskan, ada 3 perkara yang dicabut. Itu yang masuk 6 bulan awal tahun 2024,ā ujar Nadjib, Jumat (9/8/2024).
Angka ini, lanjut dia, lebih tinggi daripada periode yang sama pada 2023 lalu. Pada semester pertama 2023, angka dispensasi kawin tidak sampai menyentuh 250 perkara.
Nadjib menyebut, tingginya angka dispensasi kawin ini disebabkan para orang tua maupun calon pengantin menghindari tahun duda yang dipercaya jatuh pada 1446 H.
Disebutnya, mereka enggan menikah di tahun tersebut lantaran khawatir keluarga yang terbentuk nanti kurang harmonis dan berujung perceraian.
āSetelah Syawal hingga Muharram jumlahnya meningkat yang mengajukan. Karena khawatir 1446 H ini tahun duda. Sehingga mereka ingin menikahkan anak-anaknya (sebelum 1446 H),ā kata Nadjib.
Selain ingin menghindari tahun duda, tingginya angka dispensasi kawin juga karena sejumlah calon pengantin sudah hamil duluan.
Baca juga: Angka Perceraian di Pati Turun pada Tahun 2023
āSudah menjalin hubungan erat antara calon pengantin, sudah lama, sudah pergi ke mana-mana. Ada yang sudah melakukan hubungan yang mengakibatkan perempuan hamil. Sehingga mereka mendesak untuk menikah,ā ucapnya.
Menurutnya, tingginya angka dispensasi kawin pada enam bulan awal 2024 berbanding terbalik setelah bulan Muharram atau tahun baru IsIam.
āSetelah Muharam ini menurun ada sekitar 75 persen turunnya mulai Muharam ini. Biasanya 10 ada (dalam sehari), ini ndak sampai,ā pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

