BETANEWS.ID, KUDUS – Pemkab Kudus melalui Dinas Kesehatan, Rutan Kelas IIB Kudus, dan USAID BEBAS TB Jawa Tengah melakukan skrining TBC kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang dilaksanakan dua hari, 11-12 Juli 2024 itu menyasar 184 WBP dan 40 petugas rutan.
Hasil dari skrining TBC dengan menggunakan Tuberkulin Skin Test (TST) itu, terdapat satu orang warga binaan yang positif. Pihak Rutan Kelas IIB Kudus memastikan, WBP yang positif tidak mendapat diskriminasi dari rekan-rekannya.
“Respon teman-teman warga binaan tidak ada yang negatif. Masih sama seperti sebelumnya, tidak dijauhi dan tidak ada diskriminasi,” ujar Perawat Rutan Klas IIB Kudus, Devi Wahyu Timurni (23) saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (17/7/2024).
Baca juga: Hasil Skrining TBC di Rutan Kelas IIB Kudus, Satu Warga Binaan Positif
Menurut Devi, hal itu sudah diantisipasi sebelum skrining. Pihaknya sudah terlebih dahulu memberi penjelasan kepada WBP tentang TBC.
“Jadi sebelum dijadwalkan TST, para WBP kan diwawancara terlebih dahulu, terkait keluhan atau tanda-tanda gejala TBC. Selain wawancara kami juga memberi penjelasan, kalau tidak ada keluhan maka pasien tidak perlu dilakukan isolasi karena tidak menular. Mereka hanya mendapat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) saja,” ungkanya.
Diketahui, skrining menggunakan Tuberkulin Skin Test (TST) tersebut ditujukan kepada orang beresiko tanpa gejala. TST merupakan penyuntikan obat di bawah kulit yang terletak empat jari di bawah siku. Proses penyuntikan obat PPD Tuberculin Mammalian, 5TU/ 0.1 ml, solution for intradermal injection itu dilakukan dengan kemiringan 15 derajat.
Editor: Ahmad Muhlisin

