BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan perewang semangat memasak nasi jangkrik yang akan dibagikan kepada masyarakat luas, khususnya bagi masyarakat Kudus. Mereka saling bekerjasama demi penuhi pendistribusian nasi dalam acara Buka Luwur Sunan Kudus itu. Terlihat dari mereka ada yang sedang menanak nasi, memotong daging, dan masak daging hasil pemberian sodaqoh dari masyarakat.
Humas YM3SK (Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus), Denny Nur Hakim menuturkan, pendistribusian nasi jangkrik pada kegiatan Buka Luwur Sunan Kudus akan dijadwalkan besok hari Selasa (16/7/2024) dini hari. Ada tiga langkah dalam pendistribusian nasi tersebut, yaitu pembagian secara langsung, model antrean, dan melalui kartu atau kupon.
Baca Juga: Bubur Asyura, Kuliner Khas yang Hanya Ada Setiap Bulan Sura
“Jadi pendistribusian umum mulai pukul 5.30 besok. Sementara untuk pembagian dengan kartu atau kupon bagi pemberi sodaqoh berupa hewan maupun beras sekitar pukul 3.00 pagi, dengan maksud untuk bisa dibuat sahur. Kemudian untuk reaksi kami, P3B (perhimpunan pemangku punden dan belik) dilakukan secara langsung setelah subuh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pendistribusian yang ditujukan kepada P3B itu, melalui relasi dengan sebanyak 500 titik di seluruh Kabupaten Kudus. Setidaknya ada dua macam makanan yang akan dibagikan, yakni nasi jangkrik dan nasi uyah asem.
“Perbedaan dari kedua makanan ini, nasi jangkrik berkuah, sementara nasi uyah asem tidak berkuah. Nanti yang dibagikan kepada masyarakat, dari pemberi sodaqoh dan p3b, menu masakan nasi uyah asem. Diharapkan dengan nasi uyah asem itu nasi lebih awet daripada yang nasi jangkrik,” ungkapnya.
Baca Juga: Jalan Gondosari-Menawan yang Rusak Parah Akan Diperbaiki pada Agustus
Denny mengungkapkan, tahun ini ada sebanyak 22 ekor kerbau dan 68 ekor kambing yang disembelih hasil dari sodaqoh masyarakat. Sementara untuk berasa yang akan di masak sekitar ada 9,1 ton beras, juga dari sodaqoh masyarakat.
“Untuk total bungkusan, rencana kita sekitar 40.000 bungkus. Jadi itu hasil dari sodaqoh dari masyarakat, berupa nasi dan hewan,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

