BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin gergaji kayu terdengar di sebuah rumah di Desa Panjang, RT 02 RW 03, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Seorang pria mengenakan kaus berwarna abu-abu sedang melubangi sketsa wajah di sebuah kayu. Dia yakni Widia Kurniawan (30) pemilik usaha Iwan Art, sambil memotong kayu dia bercerita kepada betanews.id tentang usahanya.
Iwan begitu dia akrab disapa mengungkapkan, sebelum membuat lukisan sketsa wajah dari kayu dia membuat kaligrafi. Karena persaingan pasar yang ketat dan dia mempersiapkan kelahiran anak pertamanya, akhirnya pada tahun 2017 ganti membuat sketsa kayu.

“Pada tahun 2017 istri saya hamil, dan usaha kaligrafi saya mulai sepi karena banyak saingan. Kemudian saya cari-cari ide usaha lain dan lihat tutorial di Youtube. Saya coba buat sketsa kayu kemudian saya tawarkan ke teman-teman dan antusiasnya bagus,” ungkap bapak satu anak itu.
Koleksi foto hasil pesanan teman-teman Iwan mulai banyak, kemudian dia memasarkan sketsa kayunya secara online. Pesanan dari luar daerah juga mulai berdatangan, bahkan dari Sumatra, Bali, Timika Papua. Saat ini pelanggan Iwan mayoritas dari luar kota.
Saat awal memulai dia menggunakan kayu pinus. Karena kesulitan mencari bahan kayunya, kemudian dia ganti menggunakan kayu jati Belanda. Meski harganya lebih mahal, tetapi menurut Iwan seratnya lebih halus dan bagus.
“Saya pernah kesulitan mencari bahan bakunya kayu pinus, bahkan pernah pesan dari Jawa Timur juga. Tapi sekarang saya menggunakan kayu jati Belanda yang lebih mudah dicari,” jelasnya, Sabtu (15/2/2020).
Dalam satu pekan rata-rata Iwan mendapat 10 pesanan. Sebelum memesan, Iwan meminta uang muka minimal Rp 50 ribu sebagai bukti jadi. Karena sebelumnya pernah ada yang pesan dan tidak diambil.
Dia juga meminta waktu sekitar empat hingga tujuh hari untuk prosesnya. Harga satu sketsa kayunya mulai Rp 140 ribu untuk satu wajah, Rp 170 ribu dua wajah. Jika tambah tulisan, per kata dikenakan biaya Rp 5 ribu.
“Kalau kirim luar kota biasanya tanpa kaca demi menekan biaya ongkos kirim. Tapi untuk dalam kota sudah ada figura dan kaca,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

